REMBANG, Radar Kudus – Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Rembang terus menunjukkan perkembangan positif.
Sejak beroperasi pada akhir 2022, jumlah masyarakat yang memanfaatkan layanan MPP meningkat signifikan setiap tahunnya. Kini, pemerintah daerah tengah bersiap mengintegrasikan layanan digital guna memangkas antrean konvensional.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Rembang, Budiyono, menjelaskan bahwa MPP Rembang telah menjadi rujukan masyarakat untuk berbagai keperluan administrasi.
Baca Juga: Berkenalan dengan Si Bulki, Sapi yang Dipilih untuk Kurban Presiden di Rembang, Segini Harganya
Inovasi terus digenjot, termasuk rencana penerapan antrean berbasis web serta adopsi sistem MPP Digital.
“Sejak mulai operasional November-Desember 2022, tercatat lebih dari 4.000 pengunjung. Di tahun 2023 melonjak menjadi 56 ribu, dan tahun 2024 naik tipis menjadi 57 ribu.
Hingga April 2025, sudah tercatat 18 ribu masyarakat yang mengakses layanan MPP,” ungkapnya.
Dengan rata-rata 300 pengunjung setiap harinya, Budiyono menyebutkan bahwa masyarakat semakin merasakan manfaat keberadaan MPP. Saat ini, terdapat 20 gerai layanan yang aktif beroperasi.
Di tahun awal berdirinya, layanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) menjadi yang paling sering dikunjungi, dengan total pemohon mencapai 26 ribu.
Disusul oleh Dinas Kesehatan sebagai mitra layanan terbanyak kedua. Pengurusan izin tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga medis, terutama dalam bentuk Surat Izin Praktik (SIP), menunjukkan tren permintaan tinggi.
“Sejak 2021, penerbitan SIP terus meningkat. Tahun itu tercatat 723 permohonan, lalu melonjak menjadi lebih dari 1.600 di tahun 2022, dipicu banyaknya perekrutan PPPK. Tahun 2023 tercatat 800 SIP, dan tahun 2024 ada 934 permohonan,” jelasnya.
Dari jumlah tersebut, profesi perawat mendominasi dengan 307 SIP pada tahun 2024, disusul bidan, tenaga teknis farmasi, hingga dokter umum.
Tak hanya jumlah layanan yang naik, tingkat kepuasan masyarakat juga menjadi indikator keberhasilan.
Berdasarkan survei yang dilakukan pada 2023, MPP Rembang mendapatkan skor kepuasan di atas 93, masuk kategori “sangat baik”.
Di triwulan I tahun 2024, skor sedikit turun ke angka 91, namun tetap dalam kategori memuaskan.
“Inovasi layanan publik juga kami dorong melalui program seperti Si Kelingking Manis, yaitu layanan jemput bola untuk pelaku usaha mikro.
Selain itu ada Si Dampo Awang, program pendampingan penanaman modal di Kabupaten Rembang yang seluruhnya gratis,” tutup Budiyono. (Wisnu Aji)
Editor : Mahendra Aditya