Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Waduh! Rembang Masih Butuh 37 SPPG, Hingga Kini Baru 2 yang Bisa Beroperasi

Redaksi Radar Kudus • Rabu, 14 Mei 2025 | 00:02 WIB

 

DIPERCEPAT: Potret SPPG sudah terbangun di pantura desa Landoh, Sulang untuk mendukung program MBG.
DIPERCEPAT: Potret SPPG sudah terbangun di pantura desa Landoh, Sulang untuk mendukung program MBG.

REMBANG – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Rembang baru dua berjalan.

Targetnya di 14 kecamatan ada 39 SPPG. Hingga kini baru 2 SPPG, artinya masih kurang 37 SPBG untuk mempercepat pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG).

Catatan koran ini dua SPPG yang sudah ada dan berjalan di Lasem dan Sluke.

Sisa  12 kecamatan lainnya, dua diantaranya masih proses alias belum beroperasi. Lokasinya di desa Landoh, Kecamatan Sulang dan wilayah Rembang kota.

Pemkab Rembang siap membantu Badan Gizi Nasional (BGN). Supaya program berjalan lebih cepat dan baik.

Komitmen ini ditunjukan Bupati Harno usai mendampingi anggota komisi IX, DPR RI, Edy Wuryanto di Kecamatan Pancur hari Senin lalu (12/5).

"Minimal meminjami tanah. Saya sudah meminjamkan tanah 2 hektare di Landoh, Sulang. Sudah berjalan beberapa bulan lalu,” kata Harno saat di tanya Jawa Pos Radar Kudus.

Sambung Bupati Rembang tinggal mengembangkan kira kira mana yang dibutuhkan ditindaklanjuti.

Bagaimana program berjalan lebih baik dan cepat. Termasuk di Rembang wilayah timur juga proses.

”Untuk Rembang bagian timur baru taraf pengecekan. Kita berusaha minimal satu kecamatan ada satu,” harapanya.

Anggota komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto berharap kehadiran Badan Gizi Nasional (BGN) di Kabupaten Rembang selama dua hari target jumlah SPPG bisa dipercepat.

Pihaknya siap membantu kepala daerah dan masyarakat yayasan yang ingin kerjasama BGN peroleh  informasi benar.

”Informasi ini harus disampaikan luas kepada masyarakat. Karena yayasan harus berinvestasi untuk sarana bangunan, peralatan masak, alat makan.

Lalu cold storage, mobil, listrik maupun genset serta asuransi kebakaran. Semua harus disediakan yayasan,”katanya.

Yayasan berinvestasi dahulu. Keluar modal, pasti tidak semua masyarakat Rembang memiliki sumber itu. Jadi disosialisaskan mayarakat Rembang.

”Siapa saja terbuka. Sistem BGN open. Yang penting penuhi persyaratan yang benar,” pungkasnya. (Wisnu Aji)

Editor : Mahendra Aditya
#SPPG #rembang #Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi #badan gizi nasional #Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG