Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Duh, Belasan Ribu Keluarga di Blora Beresiko Stunting, Kok Bisa?

Arif Fakhrian Khalim • Kamis, 27 Maret 2025 | 17:53 WIB

 

PENEKANAN: Wakil Bupati Blora Sri Setyorini saat melakukan kunjungan di RSUD dr R Soetijono Blora dan menemui pasien.
PENEKANAN: Wakil Bupati Blora Sri Setyorini saat melakukan kunjungan di RSUD dr R Soetijono Blora dan menemui pasien.
BLORA - Angka stunting Kabupaten Blora tercatat di angka 21,2 persen pada 2024. Wakil Bupati Blora Sri Setyorini juga menerima data keluarga berisiko stunting sebanyak belasan ribu.

Wakil Bupati Blora Sri Setyorini bersama pemangku kepentingan menandatangani Komitmen Penanggulangan dan Percepatan Penurunan Stunting Terintegrasi di Kabupaten Blora 2025.

Kegiatan itu bertujuan memperkuat komitmen lintas sektor dalam menekan angka stunting di Blora.

"Sebagai wujud komitmen bersama antar semua pihak, hari ini kita menandatangani komitmen percepatan penurunan stunting di Blora," ucap Wakil Bupati Blora Sri Setyorini.

Sri menyampaikan, komitmen tersebut mencakup target penurunan stunting tahun 2025 sebesar 20,81 persen.

Program prioritas diarahkan untuk meningkatkan cakupan 12 indikator pelayanan esensial yang belum tercapai.

Komitmen juga melibatkan peningkatan peran lintas sektor, ormas, akademisi, dunia usaha, media, serta mitra pembangunan dalam intervensi stunting.

 Baca Juga: Jamin ketersediaan saat Idul Fitri, Pemkab Blora Ajukan Tambahan 2.400 Tabung LPG 3 kg ke Pertamina

“Berdasarkan verifikasi dan validasi keluarga berisiko stunting tahun 2024, tercatat sebanyak 14.549 keluarga berisiko,” ujarnya.

Data Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2023 menunjukkan prevalensi stunting di Blora mencapai 21,2 %.

Sementara itu, berdasarkan pengukuran rutin Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) tahun 2024, angka stunting turun menjadi 5,94% sebelumnya 6,31 % .

Sri Setyorini menegaskan bahwa upaya penurunan stunting membutuhkan dukungan lintas sektor.

Dia menambahkan bahwa Rembuk Stunting menjadi langkah strategis untuk memastikan pelaksanaan intervensi pencegahan dan penurunan stunting berjalan efektif

"Permasalahan stunting yang multidimensi memerlukan koordinasi dan konsolidasi dari tingkat pusat hingga desa,"tuturnya. (ari)

 

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#stunting bengkalis #blora #pemkab blora #Stunting Baduta #stunting #stunting anak #stunting balita