REMBANG – Grup Anarki Reborn, menjadi salah satu peserta tradisi thong-thonglek keliling tahun ini.
Peserta asal Desa Ketanggi, Kecamatan Rembang ini, sudah berlatih musik dan menata dekorasi yang bakal mereka tampilkan akhir bulan Maret nanti.
Dana puluhan juta disiapkan untuk operasional latihan musik dan membuat dekorasi.
Mereka juga melakukan persiapan lebih awal agar bisa tampil maksimal.
“Kami ingin tampil baik dan bisa menghibur masyarakat Rembang,” ujar Wakil Ketua Panitia Grup Anarki Rebron, Andika Bagas.
Desa yang ikut berpartisipasi meramaikan thong-thonglek sejak 2010, saat itu ada kategori elektrik.
Grupnya kemudian vakum sejak transisi dari elektrik ke tradisional.
”Vakum juga saat covid. Ini baru perdana kami ikut lagi,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.
Ia mengaku persiapan sudah berjalan lama. Untuk latihan dimulai pukul 21.00 sampai 24.00.
“Sudah dapat dua lagu. Lagu wajib membawakan lagu Sahur-Sahur, pilihan Lir-Ilir dan Sluku-Sluku Batok,” katanya.
Kemudian pembuatan dekorasi untuk menghiasi pernak-pernik kendaraan dan seragam peserta masih proses pemesanan di konveksi.
“Nantinya akan dipadukan setelan lurik. Tema sampai sekarang masih dipikirkan. Konsep yang bernuansa tradisional,” imbuhnya.
Untuk menyukseskan event thong-thonglek tahun ini desanya menyiapkan anggaran Rp 22 juta.
Dana senilai itu sudah termasuk sponsor, iuran warga dan dari kas karang taruna.
“Dana ini digunakan latihan sampai H-1 pelaksanaan Kamis 27 Maret 2025. Termasuk digunakan menyewa kendaraan. Jika dulu satu truk besar cukup dengan ruang terbatas. Nanti menggunakan L300 atau truk engkel,” ujarnya. (noe/ali)
Editor : Ali Mustofa