REMBANG - Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Rembang melakukan peninjauan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Lasem dan Sluke kemarin.
Bupati Rembang Abdul Hafidz menyebutkan jika proses masak hingga pendistribusian sudah sesuai standar.
Rombongan Forkompimda pertama kali mengunjungi SPPG di Lasem.
Mereka disambut oleh Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Roudlotut Tholabah, H. Muntari, dan Kepala SPPG, Sri Gati Widi Astutik.
Peninjauan dilanjutkan ke dapur sehat untuk melihat proses penyajian makanan.
Setelah itu, rombongan menuju ke SDN Sumbergirang untuk melihat proses distribusi makanan bergizi kepada siswa.
Dalam kesempatan tersebut, Forkompimda juga bertanya-tanya kepada siswa tentang menu makanan yang diterima dan meminta mereka untuk menghabiskan makanan tersebut.
Dalam peninjauan tersebut, Forkompimda juga menemukan bahwa anak-anak sangat antusias dengan program MBG.
Namun, ada beberapa kekurangan yang ditemukan, seperti tidak adanya susu pada hari kedua dan diganti dengan pisang.
Selain itu, beberapa anak-anak memilih makan dengan cara muluk daripada menggunakan sendok.
Bupati Rembang, Abdul Hafidz, menyampaikan bahwa pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) hari kedua berjalan dengan baik.
“Kualitas masakan, sarana, dan prasarana sudah memadai. Standar operasional prosedur (SOP) juga sudah ada,” kata Hafidz. Dandim Letkol Inf Yudhi Yahya menambahkan bahwa saat ini sudah ada dua SPPG, yaitu di Sumbergirang (Lasem) dan Desa Pangkalan (Sluke).
“Kemampuan maksimal satu dapur kurang lebih 3.500. Tapi yang mampu diproduksi khusus SPPG Pangkalan 1.485, kemudian Sumbergirang 897. Nanti akan ditingkatkan kapasitas secara bertahap menjadi 3.500,” ujarnya.(noe/ali)
Editor : Ali Mustofa