REMBANG – Jalan kabupaten di Desa Tempaling, Kecamatan Pamotan mengalami longsor.
Pemicunya akibat limpahan air dari area persawahan. Kondisi ini mendesak ditangani lantaran longsor sudah kali ketiga terjadi.
Baru-baru ini pemdes sudah melaporkan kejadian ini ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum (DPU).
Pemdes khawatir jika tidak segera di tangani jalan bisa terputus.
“Intensitas hujan masih cukup tinggi di akhir tahun ini. Ini jalur penting digunakan sehari-hari anak sekolah, pertanian hingga perdagangan,” kata Kades Tempaling, Taslimah saat dihubungi..
Menurutnya posisi jalan yang dekat dengan sungai memang cukup mengkhawatirkan.
Sebab air dari sawah melompat lewati jalan karena tidak ada drainase.
“Posisi di sisi kiri dan kanan jalan tidak ada drainase. Sementara sawah dari Joho larinya langsung ke Tempaling. Saat ini sudah darurat. Karena sudah tiga kali longsor,” tambahnya.
Taslimah berharap pemda bisa segera turun tangan. Sebelum jalan benar-benar terputus.
Mengingat jalan itu menjadi penghubung desa Tempaling menuju desa Joho. Selain itu ke desa Ngemplakrejo menuju Pragen.
“Ini satu-satunya penghubung menuju puskesmas Gunem,” terangnya.
Untuk sementara pihaknya bersama warga memasang rajek bambu untuk menahan tanah agara tindak kembali longsor.
”Kita tangani semampunya dulu. Kedalaman sudah sampai 20-25 meter. Kami juga sudah lapor ke BPBD,” imbuhnya.(noe/ali)
Editor : Ali Mustofa