Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Penanganan Abrasi di Pesisir Rembang Tak Bisa segera Diatasi, Ini Penyebabnya

Vachri Rinaldy Lutfipambudi • Senin, 16 Desember 2024 | 01:21 WIB
TANGGUL SEMENTARA: Area pantai di Lasem dipasang bambu sebagai tanggul sementara untuk mencegah abrasi tahun lalu.
TANGGUL SEMENTARA: Area pantai di Lasem dipasang bambu sebagai tanggul sementara untuk mencegah abrasi tahun lalu.

REMBANG – Abrasi yang melanda sejumlah wilayah di Rembang memerlukan penanganan serius.

Namun, hingga kini, pemerintah belum dapat langsung bertindak karena kondisi cuaca ekstrem yang masih berlangsung.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi gelombang tinggi dengan ketinggian antara 1,25 hingga 2,5 meter sejak 9 hingga 12 Desember.

Pola angin bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan mencapai 20 knot. Rembang termasuk wilayah yang terdampak cuaca ekstrem ini.

Kepala Bidang Kedaruratan Logistik, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi BPBD Rembang, Puji Widodo, mengungkapkan gelombang tinggi telah memicu abrasi di beberapa daerah.

Wilayah seperti Caruban, Lasem, dan Pandangan, Kragan, mengalami dampak yang signifikan.

“Baratan (angin barat) yang sangat tinggi menyebabkan abrasi cukup parah. Di Caruban, sekitar 200 meteran terdampak. Sementara di Pandangan, kerusakan mencapai 500 hingga 700 meter,” jelas Puji.

Tidak hanya abrasi, gelombang tinggi juga berdampak pada keselamatan nelayan.

Dalam sepekan, dua nelayan dilaporkan hilang.

Pada Senin (2/12), seorang nelayan dari Desa Pasar Banggi hilang saat melaut di sekitar Pulau Gosong.

Kemudian, Sabtu (7/12), nelayan asal Desa Tasikharjo, Kaliori, juga dinyatakan hilang saat melaut.

“Cuaca ekstrem ini berdampak besar. Dalam satu pekan, ada dua nelayan yang hilang,” tambahnya.

Penanganan Abrasi Tunggu Perencanaan
Meski pemerintah pusat telah mencatat lokasi terdampak abrasi, penanganan fisik masih harus menunggu perencanaan matang dan kondisi cuaca yang lebih baik.

Puji mengatakan, penanganan tidak dapat dilakukan saat gelombang tinggi masih berlangsung.

“Abrasi sudah mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat, termasuk Bina Marga. Tapi kita tidak bisa langsung bertindak. Saat ini masih dalam proses pendataan dan perencanaan,” ujarnya.

Sebagai langkah sementara, BPBD Rembang akan memberikan geobag untuk mengurangi dampak abrasi.

“Penanganan sementara seperti pemberian geobag tetap dilakukan. Tapi untuk penanganan fisik yang lebih besar, harus menunggu cuaca stabil,” pungkas Puji.

Abrasi di Rembang menjadi salah satu isu penting yang membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah dan pusat, dengan harapan langkah strategis dapat segera dilakukan untuk melindungi kawasan pesisir dan masyarakat terdampak.

Editor : Abdul Rokhim
#pesisir #rembang #abrasi #BPBD