REMBANG - Bupati Rembang Abdul Hafidz memberikan izin pendirian rumah sakit swasta di Rembang.
Bupati optimistis kehadiran rumah sakit ini akan berdampak pada kompetisi yang sehat dan menguntungkan masyarakat.
Saat ini, akan ada rencana pembangunan rumah sakit baru di Kota Santri.
Tempat pelayanan kesehatan ini, merupakan salah satu rumah sakit dengan nama yang cukup dikenal di wilayah Rembang dan sekitarnya.
Apabila rumah sakit ini terealisasi, akan menambah deretan rumah sakit yang berdiri di wilayah Rembang.
Pasalnya, selain Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Soetrasno Rembang, juga ada deretan rumah sakit lainnya yang merupakan milik swasta.
Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan, pihaknya telah memberikan izin pendirian rumah sakit baru tersebut.
Ia optimistis nantinya akan terjadi persaingan yang sehat. Sehingga menguntungkan masyarakat.
"Kompetisi nanti sehat, yang diuntungkan masyarakat. Ini mulai bangun di Rembang. Saya izini," katanya.
Dengan kehadiran sejumlah rumah sakit, lanjut Hafidz, masyarakat akan memiliki pilihan.
Tidak hanya itu, rumah sakit-rumah sakit ini juga diharapkan dapat melayani warga kabupaten sekitar sehingga membawa keramaian untuk Rembang.
"Karena saya ingin rakyat saya punya pilihan. Ramai, nanti orang Tuban ke Rembang, Bojonegoro ke Rembang. Karena menunya banyak. Banyak pilihan. Membawa keramaian Rembang," ungkapnya.
Di sisi lain, Pemkab Rembang juga terus meningkatkan layanan di RSUD dr R Soetrasno.
Dalam delapan tahun terakhir, jumlah poli di rumah sakit ini bertambah dari tujuh menjadi 21 poli.
Penambahan poli terbaru diantaranya Poli Jantung, Poli Kanker dan Kelainan Darah (Kemoterapi), serta Poli Urologi.
RSUD juga menyediakan layanan untuk pasien dengan gangguan kejiwaan melalui Poli Psikiatri.
Bupati Hafidz menyatakan bahwa RSUD dr. R. Soetrasno kini juga dilengkapi dengan Cath Lab (Catheterization Laboratory), sebuah peralatan medis modern untuk pemeriksaan dan tindakan pada jantung dan pembuluh darah.
"Harganya (Cath Lab) Rp17 miliar, tapi manfaatnya luar biasa. Bisa digunakan untuk penanganan stroke dan pasien dengan pendarahan otak. Di eks-Karesidenan Pati, hanya Rembang yang memiliki Cath Lab ini, sehingga banyak warga dari kabupaten tetangga berobat ke RSUD dr. R. Soetrasno," katanya.
Selain peningkatan layanan medis, Bupati Hafidz juga mendorong inovasi layanan non-medis, seperti layanan pengantaran pasien dan pengantaran obat gratis. (vah/ali)
Editor : Ali Mustofa