Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Perputaran Uang Pariwisata di Rembang Capai Rp 2,9 Triliun, Tertinggu Tahun 2013

Vachri Rinaldy Lutfipambudi • Selasa, 5 November 2024 | 18:00 WIB
HILING: Para pengunjung  bersantai di wisata Bukit Panggang beberapa waktu lalu.
HILING: Para pengunjung bersantai di wisata Bukit Panggang beberapa waktu lalu.

REMBANG – Sektor pariwisata di Kabupaten Rembang menunjukkan potensi ekonomi yang signifikan dengan perputaran uang diperkirakan mencapai Rp 2,9 triliun selama periode 2016 hingga 2024.

Hal ini disampaikan Bupati Rembang, Abdul Hafidz, yang juga mengungkapkan bahwa total kunjungan wisatawan domestik mencapai 14,5 juta selama sembilan tahun terakhir, didorong oleh peningkatan angka kunjungan pada tahun 2023.

Berdasarkan data yang diterima, kunjungan wisatawan domestik di Rembang mencatat peningkatan yang konsisten, meski sempat mengalami penurunan pada tahun pandemi 2020 dengan angka kunjungan sekitar 946.363 orang.

Namun, sejak itu, kunjungan kembali naik dengan capaian tertinggi terjadi pada tahun 2023, yaitu sebanyak 2,1 juta kunjungan.

Sementara itu, pada 2024 hingga Agustus, angka kunjungan domestik sudah mencapai sekitar 1,8 juta.

Selain kunjungan domestik, Rembang juga menarik wisatawan mancanegara.

Kunjungan wisatawan asing mencapai angka tertinggi pada 2019 dengan 570 kunjungan, disusul 556 kunjungan pada tahun 2018.

Total kunjungan wisatawan mancanegara dari 2016 hingga Agustus 2024 tercatat sekitar 1.222 kunjungan.

Bupati Abdul Hafidz menyampaikan bahwa mayoritas destinasi wisata di Rembang dikelola oleh masing-masing desa, kecuali Taman Rekreasi Pantai (TRP) Kartini dan Museum RA Kartini yang dikelola langsung oleh Pemerintah Kabupaten.

"Selain itu, mulai Tasik Harjo, Balongan, Pakis, hingga Candimulyo dikelola oleh desa masing-masing. Kami tidak masalah, yang penting dampak ekonomi untuk warga terasa,” ujarnya.

Dalam estimasi Bupati, setiap wisatawan domestik membawa uang sekitar Rp 200 ribu per kunjungan.

Mengalikan jumlah tersebut dengan total 14,5 juta kunjungan domestik, perputaran uang di sektor pariwisata Rembang diperkirakan mencapai Rp 2,9 triliun selama periode tersebut.

Bupati Hafidz berharap angka ini dapat terus bertumbuh dan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.

“Jika dihitung, dengan 14,5 juta wisatawan domestik saja, uang yang beredar sudah mencapai sekitar Rp 2,9 triliun. Ini hanya dari sektor pariwisata," jelasnya. (vah/khim)

Editor : Abdul Rokhim
#pariwisata #bupati rembang #rembang #karangjahe #perputaran uang