REMBANG - Kesejahteraan petani di Kabupaten Rembang terus ditingkatkan.
Salah satunya lewat pemenuhan alat mesin pertanian (alsintan).
Hingga tahun 2023 tercatat sudah ada 2.000 unit alsintan disaluralurkan kepada kelompok tani.
Pemkab terus mengupayakan bantuan alsintan hingga 2.700 unit. Artinya tinggal 700-an unit alsintan tuntas.
Bantuan mekanisasi harapannya keuntungan meningkat.
Sehingga berdampak kesejahteraan petani di kota Santri tersebut lebih baik.
Sebagai catatan tahun 2023 ada 400 alsintan pengolah tanah diberikan.
Saat itu yang diberikan 3 unit traktor mini, 109 unit traktor, 12 unit traktor rotari, 70 unit kultivator, 7 unit perontok padi, 35 unit perajang tembakau, 24 unit kendaraan roda 3 dan 163 unit hand sprayer.
Ditambah alsintan dari bantuan APBD, ada combine sebanyak 6 unit, kemudian ada rotari cultivator dan roda tiga.
Di tahun 2024, bersumber dana bagi hasil cukai hasil tembakau dari provinsi sudah terealisasi rotari 22, TR2 singkal 20 dan cultivator 32.
Sementara dari kabupaten rencana 55 pengadaan hand traktor, 20 kendaraan roda 3, 24 cultivator, 2 rotari, 9 rajang tembakau, 6 pompa air dan 60 hand sprayer.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan), Agus Iwan Haswanto menyampaikan peruntukan dana bagi hasil cukai hasil tembaku (DBHCHT) cukup luas.
Selain untuk bantuan pupuk, alat perajang pertembakau juga diperuntukan untuk prasarana penunjang.
”Prasarana penunjang seperti embung, irigasi air tanah dangkal suplay airnya. Jalan usaha tani untuk memberi akses pengakutan hasil. Dan bantuan alsintan, cultivator membuat dangiran mupaun traktor besar dan lainnya,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.
Menurutnya dengan bantuan itu akan meningkat efisiensi usaha petani. "Ketika efisien harapanya keuntungan meningkat. Sehingga kesejahteraan petani lebih baik," ujarnya.
Ia menyebutkan embung pertanian total jumlah di atas 100. Tersebar di 14 kecamatan. Setiap tahun ada usulan.
"Setiap tahun ada penambahan, meskipun jumlahnya tidak tetap. Tahun ini ada 3-4 embung di beberapa kecamatan,” terangnya.
Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Rinto Fatkurtina menambahkan bantuan alsintan bersumber DBHCHT provinsi telah tersalurkan ke kelompok tani. Rinciannya rotari 22, TR2 singkal 20 dan cultivator 32.
"Yang terbaru di Balai Benih Pamotan disalurkan Dandim dan Asisten II, Mardi. Dalam waktu dekat menyusul DBHCT kabupaten. Saat ini proses pengadaan. Secepatnya. Jika tidak ada kendala awal September sudah tersalurkan,” imbuhnya. (*)
Editor : Abdul Rokhim