Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Dinas Pendidikan Rembang bakal Berlakukan Pakaian Adat Santri di Sekolah, Bagaimana dengan Siswa Non-muslim?

Wisnu Aji • Kamis, 18 Juli 2024 | 22:58 WIB
PAWAI: Sejumlah anak-anak di Desa Sridadi, Rembang, mengenakan busana muslim saat mengikuti pawai menyambut Maulid Nabi Muhammad baru-baru ini.
PAWAI: Sejumlah anak-anak di Desa Sridadi, Rembang, mengenakan busana muslim saat mengikuti pawai menyambut Maulid Nabi Muhammad baru-baru ini.

REMBANG –  Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Rembang melakukan konsultasi terkait penerapan pakaian adat santri di sekolah.

Hal ini dilakukan karena program ini akan diterapkan secara menyeluruh, tak terkecuali bagi anak didik nonmuslim.

Kepala Dindikpora Rembang, Sutrisno menyampaikan penggunaan pakaian adat masih terus berjalan dan belum ada perubahan.

Hingga Rabu (17/7) pihaknya memang belum melayangkan surat edaran ke sekolah karena masih tahap konsultasi.

”Intinya konsepnya sama dengan pegawai. Kalau hari Kamis pakai pakaian santri. Pakai sarung, peci sendiri. Tidak perlu beli dan seragam,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Sementara hari normal tetap sama. Hari Senin dan Selasa memakai seragam putih merah untuk SD dan putih biru untuk SMP. Lalu Rabu seragam identitas, kamis pakaian adat. Kemudian jumat dan Sabtu pakaian pramuka.

”Kami tidak ingin program ini membebankan siswa. Bisa menggunakan pakaian sehari-hari,” penekananya.

Dindikpora Rembang menyampaikan pertimbangan penggunaan pakaian adat santri sebab sejak kecil mereka sudah diajarkan bertaqwa.

Minimal dengan pakaian yang digunakan bisa tertanam di jiwa untuk senantiasa mengamalkan.

“Hal itu juga berlaku untuk agama non islam. Para siswa menyesuaikan. Untuk siswa putra yang biasanya pakai sarung bisa pakai celana panjang. Kebijakan itu sudah dikomunikasikan kepala sekolah untuk penyesuaian. Alhamdulillah tidak masalah," katanya.

"Kepala sekolah siap. Ada yang usul pakai sarung diperbolehkan, begitupun pakai celana maupun pakaian identitas. Pokoknya fleksibel,” imbuhnya.

Sejumlah sekolah di Rembang sudah mengetahui sejak dulu rencana tersebut.

Sebab sudah diawali di lingkungan pegawai. (noe/ali)

Editor : Abdul Rokhim
#daerah #rembang #dinas pendidikan rembang #Santri #Non muslim #pakaian adat