REMBANG - Lebih dari 21 ribu balita di Kabupaten Rembang mengalami masalah gizi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang sedang mengejar langkah intervensi yang ditargetkan selesai dalam 90 hari.
Saat ini Pemkab Rembang sedang melaksanakan intervensi serentak penanganan stunting yang sudah mulai berjalan sejak awal Juni.
Pemkab menargetkan intervensi 100 persen kepada calon pengantin (catin), ibu hamil, dan balita.
Wakil Bupati Rembang Muhammad Hanies Cholil Barro menyampaikan, berdasarkan surat dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri), tim penanganan stunting di Kabupaten Rembang sudah melakukan pengukuran balita yang menjadi target dalam program intervensi serentak.
Total ada 40.246 balita yang diukur. Saat ini ditemukan 21.416 balita mengalami masalah gizi.
Baca Juga: Ribuan Buruh Tani Tembakau di Rembang Dapat BLT Bagi Hasil Cukai, Segini Nilainya
Hanies menyampaikan, pihaknya akan terus melakukan intervensi.
Sampai dengan tanggal 2 Juli kemarin 2.954 dari balita yang mengalami masalah gizi tersebut telah dilalihkan intervensi.
"Per 2 juli 14 persen (2.954) dari balita bermasalah (21.416) kami intervensi. Ini terus bergerak maksimal 90 hari kedepan. Semoga membuahkan hasil yang signifikan," imbuhnya.
Baca Juga: Satpol PP Rembang Temukan 3 PK di Bawah Umur saat Razia Warkop, Ini Lokasinya
Pemerintah Pusat sendiri menargetkan penurinan stunting menjadi 14 persen pada tahun ini.
Sehingga diperlukan sinergitas dan komitmen bersama untuk mencapai program tersebut. Kemarin tim percepatan penanganan stunting telah melaksanakan rembuk stunting.
Hanies bilang, saat ini angka stunting di Kabupaten Rembang diangka 19,5 persen.
Baca Juga: Jelang Pilkada, Golkar Rembang Berharap Harno Gandeng Cawabup dari Partai Religius Agamis
Menurutnya, capaian tersebut sudah menunjukkan progres yang baik. Sebab, kata dia, saat ini angka stunting di Kabupaten Rembang berada di ranking yang lebih baik dibandingkan dengam sebelumnya.
"Ini capaian yang cukup baik. Kami bahkan berada di ranking 13. Artinya setengah ke atas tidak lagi berada di bawah. Beberapa waktu lalu kami sempat tujuh ke bawah," katanya. (vah/nib)
Editor : Noor Syafaatul Udhma