Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Miris, Sebanyak 21.416 Balita di Rembang Mengalami Masalah Gizi

Nibros Hassani • Jumat, 12 Juli 2024 | 18:58 WIB
Ilustrasi malnutrisi. Foto: istockphoto.com
Ilustrasi malnutrisi. Foto: istockphoto.com

REMBANG - Lebih dari 21 ribu balita di Kabupaten Rembang mengalami masalah gizi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang sedang mengejar langkah intervensi yang ditargetkan selesai dalam 90 hari.

Saat ini Pemkab Rembang sedang melaksanakan intervensi serentak penanganan stunting yang sudah mulai berjalan sejak awal Juni.

Baca Juga: Innalillahi, KM Soneta Tenggelam di Perairan Karimunjawa Jepara, 6 ABK Selamat, 10 Masih Proses Pencarian

Pemkab menargetkan intervensi 100 persen kepada calon pengantin (catin), ibu hamil, dan balita.

Wakil Bupati Rembang Muhammad Hanies Cholil Barro menyampaikan, berdasarkan surat dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri), tim penanganan stunting di Kabupaten Rembang sudah melakukan pengukuran balita yang menjadi target dalam program intervensi serentak.

Total ada 40.246 balita yang diukur. Saat ini ditemukan 21.416 balita mengalami masalah gizi.

Baca Juga: Ribuan Buruh Tani Tembakau di Rembang Dapat BLT Bagi Hasil Cukai, Segini Nilainya

Hanies menyampaikan, pihaknya akan terus melakukan intervensi.

Sampai dengan tanggal 2 Juli kemarin 2.954 dari balita yang mengalami masalah gizi tersebut telah dilalihkan intervensi.

 "Per 2 juli 14 persen (2.954) dari balita bermasalah (21.416) kami intervensi. Ini terus bergerak maksimal 90 hari kedepan. Semoga membuahkan hasil yang signifikan," imbuhnya.

Baca Juga: Satpol PP Rembang Temukan 3 PK di Bawah Umur saat Razia Warkop, Ini Lokasinya

Pemerintah Pusat sendiri menargetkan penurinan stunting menjadi 14 persen pada tahun ini.

Sehingga diperlukan sinergitas dan komitmen bersama untuk mencapai program tersebut. Kemarin tim percepatan penanganan stunting telah melaksanakan rembuk stunting.

Hanies bilang, saat ini angka stunting di Kabupaten Rembang diangka 19,5 persen.

Baca Juga: Jelang Pilkada, Golkar Rembang Berharap Harno Gandeng Cawabup dari Partai Religius Agamis

Menurutnya, capaian tersebut sudah menunjukkan progres yang baik. Sebab, kata dia, saat ini angka stunting di Kabupaten Rembang berada di ranking yang lebih baik dibandingkan dengam sebelumnya.

"Ini capaian yang cukup baik. Kami bahkan berada di ranking 13. Artinya setengah ke atas tidak lagi berada di bawah. Beberapa waktu lalu kami sempat tujuh ke bawah," katanya. (vah/nib)

 

 

 

 

 

Editor : Noor Syafaatul Udhma
#pemkab rembang #masalah gizi balita #rembang #balita di rembang stunting #hanies cholil barro' #calon pengantin rembang