RADAR KUDUS – Kabar duka datang dari Kabupaten Rembang.
Pasalnya, kapal nelayan KM Soneta dari Rembang dikabarkan tenggelam di perairan sebelah utara Pulau Karimunjawa, Jepara pada Kamis (11/7).
Diketahui, kapal milik Muhammad Sujadi warga Desa Karanganyar, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang ini semula berangkat dari Pelabuhan Tasikagung pada 5 Juli 2024.
Baca Juga: Daftar 10 Nama ABK KM Soneta asal Rembang yang Selamat usai Tenggelam di Karimunjawa Jepara
Berdasarkan informasi warga, kapal diketahui mengangkut 16 anak buah kapal (ABK).
Enam orang diantaranya selamat setelah ditolong kapal asal Tegal.
Sementara, sepuluh ABK yang lain masih dalam proses pencarian.
Terpisah, Kepala Desa Karanganyar, Kecamatan Kragan, Sami mengatakan sudah mendapat informasi.
Namun, hingga kini belum mengetahui siapa saja ABK yang selamat.
“Kami masih berkoordinasi terkait perkembagan masalah ini,” katanya.
Sami mengungkapkan, keluarga ABK dari Desa Karanganyar berencana datang ke Pelabuhan Tegal karena ada informasi kapal yang membawa nelayan selamat akan bersandar di Pelabuhan Tegal pada Jumat (12/7) ini.
Baca Juga: Diduga Pakai Visa Ziarah, Ketua DPRD Rembang Rembang Ditahan di Arab Saudi usai Haji
Sementara itu, Koordinator Unit Siaga Kantor SAR Rembang Nur Zain saat dikonfirmasi belum mengetahui perkembangan terslbaru terkait tenggelamnya KM Soneta.
Meski demikian, pihaknya mengaku akan terus meng-update terkait terkait perkembangan kasus tersebut.
“Nanti kami informasikan perkembangan lebih lanjut,” katanya.
Pemilik Kapal Tak Ikut Berlayar
Sementara itu, pemilik kapal, Muhammad Sujadi menuturkan, biasanya kapal miliknya itu ia nakhodai sendiri.
Namun, lantaran ada keluarga yang sakit, dia mengurungkan niatnya berlayar.
Tugas nakhoda itu pun lantas diserahkan kepada orang lain.
“Biasanya memang saya kemudikan sendiri. Tapi kali ini saya gak ikut berlayar, soalnya orang tua sakit,” katanya.
Sujadi menuturkan, dalam data laporan Syahbandar, namanya masih tercantum sebagai nakhoda.
Dirinya mengaku belum sempat merevisi laporan sebelum kapal berlayar.
ABK Selamat Bertambah Tunggu Penjemputan Keluarga
Sementara itu, Sujadi menambahkan bahwa ABK yang selamat semula 6 orang per Jumat (12/7) bertambah menjadi 9 orang.
Kendati demikian, pihaknya masih menunggu informasi kapal yang membawa ABK bersandar di pelabuhan Tegal.
“Informasi yang saya terima, ada kapal dari Indramayu yang menolong. Kemudian dititipkan ke kapal Tegal. Sebab kapal Indramayu masih bekerja di tengah laut. Namun saya juga belum tahu, 6 orang selamat dan 3 selamat ini 1 kapal atau beda,” terangnya.
Sujadi mengaku, data yang awalnya dilaporkan ke Syahbandar hanya 10 orang untuk percepatan izin berlayar.
Namun, penambahannya belum dilaporkan lagi. Jadi total kesuluruhan ABK ada 16 orang.
“Untuk nama ABK, saya tidak hafal persis,” akunya.
Editor : Noor Syafaatul Udhma