REMBANG – Kasus tewasnya dua siswa TK dari Desa Kendalagung, Kecamatan Kragan di sebuah wisata kolam renang di Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban pada Rabu (26/6) berbuntut panjang.
Diketahui, dalam acara wisata tersebut pihak sekolah ternyata tidak izin kepada pihak korwil.
Atas kejadian tersebut, sejumlah guru pendamping pun dimintai keterangan pihak kepolisian.
Sebelumnya, kabar tewasnya dua pelajar TK dari Kabupaten Rembang tewas usai tenggelam di kolam renang wisata Tuban sudah diterima Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Rembang pada Rabu (26/6).
Atas musibah ini, dinas turut melacak untuk mendapatkan kabar terkait hal tersebut.
Kepala Dindikpora Rembang, Sutrisno saat dikonfirmasi pun mengaku sudah mendapat laporan musibah anak tenggelam di kolam renang.
Tepatnya, dari TK Masyithoh 9, Desa Kendalagung, Kecamatan Kragan.
”Bukan persoalan transportasinya. Ganti sumber daya manusia (SDM). Masya allah,” katanya saat dihubungi Jawa Pos Radar Kudus pada Rabu (26/6).
Sutrisno menekankan, untuk siswa TK piknik harus dengan pendampingan orang tua. Jika tidak dengan bapak atau ibunya tidak dilarang berangkat.
Jadi perlu digaris bawahi dinas tidak melarang piknik. Tetapi anak-anak harus ada pengawasan orang tuanya. Dan dari TK Kendalagung dipastikan sudah atas izin orang tua.
”Saya belum tahu ceritanya. Laporan ke saya ada dua siswa TK tenggelam meninggal di kolam renang wisata Tuban,” terangnya.
Atas musibah tersebut, Dindikpora sudah perintah Kabid Paud dan Dikmas (pendidikan masyarakat) atau pendidikan non formal turut melacak.
Untuk diketahui, dua siswa TK dari Desa Kendalagung, Kecamatan Kragan, tewas usai tenggelam di sebuah wisata kolam renang di Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban pada Rabu (26/6) sekira pukul 09.15 WIB.
Dua korban meninggal dunia itu adalah Muhammad Hafiz Aziz Fauzi (7) dan Samsul Adi Saputra (7), warga RT 7 RW 3 Desa Kendalagung, Kecamatan Kragan Rembang.
Mapolsek Merakurak AKP Ciput Abidi menuturkan, kejadian bermula saat rombongan wisata menggunakan satu bus itu sampai di lokasi kolam renang pada pukul 09.00 WIB.
Setelah memasuki area wisata, mereka melakukan aktivitas sarapan.
Sedangkan anak-anak memasuki area kolam renang.
Tak berselang lama, ibu dari dua korban meninggal dunia ini mencari-cari keberadaan anaknya yang tidak tampak.
Tak lama kemudian, keduanya berteriak lantaran mendapati dua anak tersebut dalam posisi mengapung di salah satu kolam renang.
Mendapati insiden itu, seorang petugas wisata langsung menceburkan diri ke kolam dan melakukan pertolongan terhadap korban.
“Kedua anak tersebut (ditolong) dengan cara dibawa ke tepi kolam untuk dilakukan pertolongan pertama (restitusi jantung dan paru-paru). Selanjutnya, korban dengan menggunakan sepeda motor ke Puskemas Merakurak untuk penanganan lanjut,” jelas Kapolsek Merakurak, AKP Ciput Abidin.
Nahas, usai mendapatkan penanganan kedua siswa tersebut dinyatakan meninggal dunia.
“Kemudian akan dilakukan pemasangan oksigen kepada anak tersebut sudah mengeluarkan darah dari hidung dan dinyatakan meninggal dunia,” katanya. (noe)
Editor : Abdul Rokhim