REMBANG — Geliat investasi di Kabupaten Rembang kiat menggeliat.
Terbaru, akan ada dua perusahaan garmen dan rokok yang akan berproduksi di Rembang.
Hal tersebut dibenarkan oleh Bupati Rembang, Abdul Hafidz.
Bahkan, untuk perusahaan gorden saja, saat ini telah melakukan pembebasan lahan seluas 10 hektare yang berlokasi Jalan Raya Rembang-Pamotan.
Lebih lanjut, banyaknya investor yang tertarik ke Rembang, menurutnya tak lepasa dari gencarnya promosi pihak Pemkab Rembang.
”Ini dampak dari promosi tahun 2018. Para investor baik dalam dan luar negeri sudah mulai bergerak masuk ke Rembang. Alhamdulillah bisa membantu perkembangan kemajuan di kabupaten Rembang,” katanya.
Tak hanya promosi, Hafidz menyebutkan jika sisi geografis Rembang sangat strategis.
Sebab, Rembang berada di jalur pantura dan tempat lelahnya orang perjalanan dari Jakarta dan Surabaya.
“Ini dibuktikan dengan ramainya hotel di Rembang,” ujarnya.
Saat ini, menurut Hafidz wilayahnya hanya kurang Rembang mal atau pusat perbelanjaan. Melihat kondisi tersebut, Hafidz “menantang” para pengusaha kota Rembang untuk membangunnya.
“Kalau bisa Pak Atna Tukiman membangun mal. Nanti di kombinasi antara rumah sakit dan mal menjadi sangat strategis untuk pengembangan Rembang kota ke arah selatan,” tambahannya.
Ketua Bhina Raharja Group, Atna Tukiman, merespons apa yang disampaikan Bupati Rembang, Abdul Hafidz.
Hanya saja, pihaknya tidak bisa menjawab langsung, karena butuh perhitungan dan banyak pertimbangan sebelum membangun.
”Dana sudah tersedia InsyaAllah. Lokasi banyak. Bisa di depan RS Bhina,” katanya.
Namun, soal realisasi kapan bakal direalisasikan, Atna Tukiman masih belum berani menjawab. Sebab semua menunggu kesiapan semua pihak.
“Jelasnya ada niat. Kembali lagi akan dihitung dawuh Bupati Rembang, Abdul Hafidz. Akan saya hitung sesuai perintah dan dawuh pak Bupati. Ya mudah-mudahhan. Mustinya perlu kajian-kajian, termasuk perizinan dan lain sebagainya,” ungkapnya. (noe/ali)
Editor : Abdul Rokhim