REMBANG - Dua kali insiden kebaran terjadi dalam sehari di Rembang dalam 24 jam.
Kebakaran pertama melanda gudang bekas batik di Desa Babagan, Rembang.
Dalam kurun waktu 12 jam terjadi kebakaran di gudang gosok di kelurahan Sidowayah.
Hal itu dikonfirmasi Erwin Rahadyan, Kabid Pemadam Kebakaran BPBD Rembang.
Ia membenarkan terjadinya dua kebakaran dalam kurun kurang dari 12 jam.
Ia menyebut terjadi keterlambatan penanganan kebakaran.
Hal itu disebabkan kurang sigapnya masyarakat hubungi petugas dan lokasi yang terlalu jauh dengan pos.
"Pertama gudang rosok terjadi di kelurahan Sidowayah. Laporan masuk pukul 09.39 WIB,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.
Petugas menuju lokasi pada pukul 09.43 WIB.
Selanjutnya tiba dilokasi pukul 09.48 WIB, overhoul pukul 10.38 WIB dan selesai pukul 10.50 WIB.
Selanjutnya tiba kembali di posko pada pukul 10.59 WIB dengan membawa 1 mobil pemadam dan 1 mobil supply.
Warga sempat mendengar 4 kali suara ledakan dalam kebakaran tersebut.
”Obyek yang terbakar bangunan gudang rosok 4 meter × 5 meter. Pemilik atas nama Budi Lastari, kelurahan Sidowayah, RT 5 , RW 3, Kecamatan Rembang. Penyebab diduga meledak dari rosokan kaleng bahan kimia,” terangnya.
Kronologi awalnya ada anak-anak kecil bermain di lapangan dekat TKP.
Melihat kebakaran digudang rosok lalu berteriak memanggil warga.
Gudang sempat meledak 4 kali karena banyaknya kaleng bahan kimia.
Pemilik diketahui mencari rosok dan tidak dilokasi.
Sebelumnya hari Rabu (15/5) malam kebakaran terjadi gudang bekas batik di desa Babagan.
Laporan masuk pada pukul 22.20 WIB.
Petugas menuju lokasi pukul 22.23 WIB.
Tiba dilokasi pukul 22.42 WIB dan selesai pukul 23.10 WIB.
Diketahui pemilik gudang Hendra, 52, warga RT 3 RW 1, Desa Babagan.
Sementara penyebab kebakaran karena korsleting listrik.
Kronologi pemilik rumah awal mula tidak mengetahuinya, hanya menyadari ada suara di belakang rumah.
Lalu pemilik rumah di telfon sama tetangga kalau di belakang rumah ada semacam api.
Dan pemilik rumah berusaha memadamkan tetapi api semakin naik.
Petugas melakukan pendinginan, pengecekan. Api sudah dapat dipadamkan oleh pemilik rumah.
”Saat ini kita mulai memasuki musim kemarau, ditambah lagi khusus di daerah Rembang curah hujan sangat sedikit dibanding kabupaten lain. Maka kami himbau agar berhati hati ketika menyalakan api contohnya bakar sampah, bakar lahan karena akan sangat berpotensi terjadi kebakaran." katanya.
"Juga kami himbau bagi masyarakat yang bepergian agar mematikan semua listrik karena tidak sedikit kebakaran rumah/gudang yang diakibatkan oleh kosleting listrik,” imbuhnya.
Adapun kendala yang dihadapi kurang sigapnya masyarakat atau warga didalam menghubungi Damkar.
Kurangnya sosialisasi ke masyarakat terkait penanganan pertama jika terjadi kebakaran.
Juga jarak yang terlalu jauh dengan pos Damkar sehingga menjadi salah satu penyebab terlambatnya penanganan kebakaran. (noe)
Editor : Dzikrina Abdillah