REMBANG - Pemulihan Pasar Pamotan pasca kebakaran baru bisa terlaksana setelah Idul Fitri. Seluruh perbaikan tercover asuransi.
Sebelumnya, kebakaran itu terjadi pada Kamis (7/3) kemarin.
Api yang bersumber dari salah satu kios penjual minyak goreng itu langsung meluas merembet ke sejumlah kios di sekitarnya.
Akibatnya, mayoritas dagangan pedagang punudes. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 800 juta.
Sabtu (9/3) kios-kios terdampak kebakaran masih diberi garis polisi.
Para pedagang terlihat di lokasi untuk memilah barang-barang yang masih terselamatkan. Mayoritas isi kios sudah gosong.
Bupati Rembang Abdul Hafidz juga berada di sana. Memantau langsung dampak dari si jago merah.
Orang nomor satu di jajaran Pemkab Rembang itu bilang, bangunan-bangunan yang sudah tidak layak itu perlu diperbaiki.
Lebib lanjut, ia mengatakan, nantinya seluruh biaya akan ditanggung asuransi.
"Sudah kami asuransikan. Sehingga kami tidak terlalu khawatir soal biaya pembangunan," katanya.
Pemkab akan tetap memberikan fasilitas apabila masih ada kekurangan.
Ia meminta pedagang terdampak tidak perlu khawatir.
"Setelah hari raya akan kami mulai," katanya.
Hafidz juga berdialog dengan pedagang terdampak.
Ia menyadari mereka sedang terpukul karena kerugian yang mencapai ratusan juta.
"Kalau dari pengakuan pedagang (kerugian) sekitar Rp 800 jutaan. Ada yang Rp 300 juta, ada yang Rp 250 juta. Cukup memukul," ujarnya.
Pihaknya juga akan memberikan bantuan tambahan modal kepada mereka. Besarannya diperkirakan Rp 12,5 juta sampai Rp 15 juta per orang.
"Kami upayakan, segera kami realisasikan," katanya. Untuk sementara, pedagang terdampak akan direlokasi ke kios lain. (vah/khim)
Editor : Abdul Rokhim