REMBANG — Bupati Rembang, Abdul Hafidz buka suara soal simpanan uang anggota BMT BUS dan BMT Harum yang diisukan mengalami kesulitan pencairan.
Meski demikian, bupati mengatakan tidak ingin cawe-cawe akan permasalahan tersebut.
Selaku pimpinan daerah, Abdul Hafidz menganalogikan dirinya lebih memilih menjadi wasit akan permasalahan tersebut.
Poin-poin itu disampaikan orang nomor satu di Rembang saat ditanya para awak media baru-baru ini.
Menurutnya, pemerintah tidak bisa langsung melangkah tanpa adanya laporan dari masyarakat.
”Belum ada permohonan langsung dari masyarakat. Jadi, kita secara regulasi memang tidak bisa cawe-cawe akan permasalahan tersebut. Pasti harus ada dasarnya,” katanya usai hadiri milad Baznas pada Rabu (17/1).
Ia juga menyebut, hingga kini belum ada pengaduan ataupun permohonan dari masyarakat secara langsung kepada pemerintah daerah terkait permasalahan tersebut.
”Jadi mau melangkah dikira pemerintah offside (di luar kewenangan). Karena buka urusannya tapi kok cawe-cawe,” katanya.
Sementara itu, ditanya soal apakah hal itu akan berdampak ke BMT di daerah lain, pihaknya mengklaim bahwa apa yang terjadi pada BMT Harum dan BUS tidak menyebabkan efek domino di daerah yang lain.
”Ya saya kira daerah lain juga maih kondusi ya. Kita sementaa hanya mengamati. Selama belum ada aduan dari masyarakat. Ya kita hanya jadi wasi,” pungkasnya. (noe)
Editor : Dzikrina Abdillah