Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Aturan Pembatasan Penangkapan Ikan Ditunda, Nelayan di Rembang Merasa Lega

Wisnu Aji • Sabtu, 16 Desember 2023 | 17:27 WIB

BERSANDAR: Sejumlah kapal berukuran besar bersandar di dermaga Tasikagung Rembang.
BERSANDAR: Sejumlah kapal berukuran besar bersandar di dermaga Tasikagung Rembang.


REMBANG – Nelayan di Kabupaten Rembang bersyukur lantaran kebijakan penangkapan ikan (PIT) berbasis kuota ditunda tahun 2025 mendatang.

Atas penundaan ini masyarakat mengaku lega. Sebab, munculnya kebijakan ini sempat membuat nelayan kebingungan.

Kebijakan pembatasan tangkap ikan di laut bertujuan pembatasan tangkapan dilakukan dalam rangka menjaga kelestarian sumber daya ikan dan lingkungannya, sekaligus pemerataan pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga: Perbaikan Jalan di Pantura Pati-Rembang Dihentikan hingga Nataru, Arus Lalu Lintas Mulai Lancar

Ketua Asosiasi Nelayan JTB Bhaita Adiguna Kabupaten Rembang, Lestari Priyanto bersama rekan-rekannya mengaku lega.

Sebab adanya aturan PIT sempat membuatnya kebingungan, lantaran mayoritas nelayan belum memahami maksud dari kuota PIT.

”Di bawah. Pemahaman nelayan masih simpangsiur. Belum paham betul, kuota ini maksudnya apa dan manfaatnya seperti apa belum banyak yang tahu,” tuturnya kepada awak media.

Menurut Lestari, jika ada pembatasan penangkapan ikan berbasis kuota. Tentu nelayan merasa terbebani.

Namun begitu, ia bersyukur kebijakan tersebut ditunda sampai dua tahun ke depan.

Baca Juga: Tahun 2024, Rembang Terpilih Jadi Daerah Sampel Pengamatan Inflasi Nasional

“Kami mengucapkan terima kasih atas upaya Presiden maupun Kementerian Kelautan Dan Perikanan menunda PIT. Harapannya dapat dievaluasi lebih lanjut. Yang terpenting muara tujuannya demi kesejahteraan nelayan itu sendiri,” tandasnya.

Ia menambahkan banyak persoalan yang saat ini dihadapi nelayan.

Seperti tingginya pendapatan negara bukan pajak (PNBP) hasil tangkapan 10 persen.

 

Lalu kondisi saat ini harga ikan di pasaran terus merosot.

“Tingginya PNBP dan harga ikan dipasaran terus merosot mohon menjadi pertimbangan pemerintah, agar beban nelayan tidak semakin berat,” harapnya. (noe/ali)

Editor : Abdul Rokhim
#penangkapan #dibatasi #rembang #kuota #nelayan #kebijakan