REMBANG – Pengurus Museum RA Kartini kerap menerima keluhan pengunjung karena suhu ruangan yang panas.
Banyak dari mereka meminta agar bangunan bersejarah ini diberi fasilitas pendingin ruangan.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus bagian dalam Museum RA Kartini saat ini memiliki penataan baru.
Baca Juga: Penampakan Batu Bata Kuno Diduga Abad 17 Ditemukan Warga di Hutan Sale Rembang, di Sini Lokasinya
Selain menyimpan koleksi peninggalan Pahlawan Emansipasi RA Kartini, kini juga terdapat ruangan khusus untuk menyimpan barang-barang KT Djojoadhiningrat (suami RA Kartini) dan Soesalit (putra RA Kartini).
”Di sini ada seragam, terus baju yang sering dipakai beliau (Soesalit, Red) jas. Beliau kan identik memakai jas,” kata Sub Koordinator (Subkoor) Sejarah, Museum, dan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang Retna Dyah Radityawati.
Lebih lanjut, kata Retna, dirinya sendiri kerap mendampingi pengunjung museum sembari menjelaskan tentang benda-benda bernilai sejarah di sana.
Baca Juga: Dewan Usulkan Target PAD Rembang 2024 Dinaikkan Menjadi Rp 400 Miliar, Ini Alasannya
Namun, ia tak menampik kerap menerima keluhan dari pengunjung.
Sebab, suhu di dalam museum yang cenderung panas dan bikin gerah.
Menurutnya, kondisi Museum RA Kartini saat ini sudah lebih baik dengan penataan yang rapi, bersih, dan terang.
Hanya saja, ia menyadari, di dalam museum masih perlu pendingin ruangan.
”Penyejuk ruangan itu membuat pengunjung lebih kerasan,” katanya.
Baca Juga: Soal Maksimal Nominal Dana Sumbangan Kampanye Pemilu di Rembang, Begini Penjelasan Ketua KPU
Saat ke museum, kata Retna, pengunjung memang perlu penjelasan.
Sehingga dalam menikmati koleksi tidak perlu terburu-buru.
Namun yang terjadi, ketika pengunjung merasa kegerahan mereka justru ingin segera keluar.
”Ungkep soalnya. Padahal kalau namanya masuk museum itu bisa berjam-jam. Satu koleksi aja kami menjelaskan itu bisa sampai satu jam. Tapi karena kondisi ungkep di dalam, itu menyebabkan tidak nyaman,” jelasnya.
Selain itu, Retna mengaku juga pernah menerima keluhan dari pengunjung soal suhu di dalam ruangan yang panas.
”Banyak banget (keluhan) bilangnya (pengunjung) mesti gini: iki sudah nyaman, tapi kurang AC-nya,” jelasnya.
Ia mengusulkan ke depan Museum RA Kartini bisa dilengkapi pendingin ruangan.
”Cukup dikasih AC. Tapi AC-nya jangan yang tanam, karena ini bangunan cagar budaya. AC-nya portable,” ungkapnya. (vah/khim)
Editor : Abdul Rokhim