REMBANG – Sejumlah pekerjaan fisik rehab ruang kelas Sekolah Dasar (SD) di lingkungan di Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang, diprediksi tak selesai tepat waktu.
Sebab hingga Rabu (29/11) proyek masih belum tahap finishing.
Baca Juga: Potret Ratusan Buruh Pabrik di Rembang Geruduk Kantor Bupati, Tolak Kenaikan UMK 2024 yang hanya Naik Rp 83 Ribu
Padahal rata-rata batas waktu pengerjaan tinggal sepekan mendatang.
Baca Juga: Besok! Buruh Pabrik di Rembang bakal Demo Besar-Besaran di Kantor Dinperinnaker hingga DPRD, Ini Tuntutannya
Kondisi ini berdampak pada proses belajar mengajar siswa.
Karena siswa harus mencari tempat alternatif saat sekolah mereka proyek dikerjakan.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kudus, proses rehab masih dikerjakan.
Baca Juga: UMK 2024 Rembang hanya Naik Segini, Buruh Pabrik di Rembang bakal Demo Besar-Besaran
Diantaranya di SDN 1 Pulo, Kecamatan Rembang, SDN Melatirejo, Bulu. SDN Ngroto, Pancur.
Kemudian dua di Kecamatan Sarang ada SDN Bajingjowo, dan SD Sarangmeduro.
Bahkan, di SDN 3 Woro, Kecamatan Kragan, hingga Rabu (29/11) kondisinya belum beratap, lantainya juga belum tergarap.
Baca Juga: Ribuan Buruh Pabrik di Rembang bakal Gelar Demo Besar-Besaran Protes UMK 2024, Begini Kata Dinas
Padahal sesuai kontrak, proyek senilai Rp 713 juta ini harus selesai pada 7 Desember 2023 mendatang.
Plt Kabid Pembinaan Sekolah Dasar (SD), Kabupaten Rembang, Agung Priutomo mengaku terus mendorong semua pelaksana untuk terus melakukan percepatan-percepatan agar pekerjaan bisa rampung sesuai deadline.
”Teknis di lapangan juga menggandeng konsultan pengawas. Tiap minggu memberikan laporan soal progres pekerjaan. Dari informasi konsultan, kami minta untuk terus di-push (mendorong) agar penyedia bisa segera melakukan percepatan,” katanya.
Baca Juga: Ribuan Buruh Pabrik di Rembang bakal Gelar Demo Besar-Besaran Protes UMK 2024, Begini Kata Dinas
Bahkan menurutnya, jika diperlukan, pihaknya akan melakukan updating progres yang membutuhkan kehadiran dinas.
Pihaknya pun siap turun langsung untuk mendorong agar semua pekerjaan tepat waktu.
Dari informasi yang ia terima dari konsultan pengawasan semua masih sesuai jadwal.
“Update Senin dan Selasa masih sesuai time schedule. Artinya, sebagian besar pekerjaan sudah semua. Untuk yang belum kontrak Desember tidak sampai lima titik. Itu pun kontraknya berakhir di akhir tahun. Jadi masih dalam koridor Surat Perintah Kerja (SPK),” imbuhnya. (noe/ali)
Editor : Abdul Rokhim