Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Lebih dari Sepekan, Sumur Bor yang Semburkan Gas Metana di Pamotan Rembang Tak Kunjung Berhenti

Vachri Rinaldy Lutfipambudi • Kamis, 5 Oktober 2023 | 17:15 WIB
AMANKAN LOKASI: Polisi memasang police line di area sumur yang mengeluarkan gas di Dukuh Sridadi, Desa/kecamatan Pamotan, Rembang.
AMANKAN LOKASI: Polisi memasang police line di area sumur yang mengeluarkan gas di Dukuh Sridadi, Desa/kecamatan Pamotan, Rembang.

 

REMBANG - Lokasi pengeboran sumur di Desa/Kecamatan Pamotan harus diamankan. Sebab, sudah lebih dari sepekan di titik tersebut mengeluarkan gas metana. Jika diberi api, bisa memicu kobaran api.

Kondisi itu sudah berlangsung beberapa hari. Meski demikian, sampai dengan kemarin, gas masih keluar. Sehingga, jika disulut api akan langsung menyembur.

Kejadian itu berawal pada Sabtu (23/9). Saat itu ada seorang warga yang mengebor sumur di dekat rumahnya di Dukuh Sridadi.

Tanah itu dibor dengan kedalaman lebih dari 50 meter. Setelah selesai, malam harinya tuan rumah sedang bersantai di dekat sumur.

Saat hendak merokok dan menyalakan api, tiba-tiba api dari sumur langsung menyambar.

"Kemudian langsung mematikan dengan kain. Itu baru diketahui kalau sumur itu mengeluarkan gas metana," kata Kapolsek Pamotan AKP Sutikna.

Kejadian itu pun langsung disampaikan kepada pemerintah desa (Pemdes) setempat. Kemudian diteruskan ke Polsek Pamotan.

"Saya beserta anggota datang ke lokasi. Memang benar ada semburan gas metan dari dalam sumur," ujarnya.

Kapolsek melihat air dari sumur tersebut tergolong bersih. Namun, berbau belerang. "Tapi kalau ada api, maka api bisa makin membesar," katanya.

Untuk sementara pihaknya menghimbau kepada warga sekitar untuk berhati-hati. Serta tidak diperbolehkan menyalakan api maupun rokok di area tersebut. Area sumur juga sudah diberi garis polisi.

Meski api menyembur, lanjut Kapolsek, api masih tergolong kecil. Sehingga pihaknya mengklaim kondisi tergolong aman. 

"Sampai sekarang (kemarin, Red) masih, kalau ada api bisa menyembur," katanya. 

Pada November 2020 sumur dengan kedalaman sekitar 30 meter di Desa Dowan, Gunem, Rembang, juga mengeluarkan semburan gas berbau belerang.

Kabupaten Rembang termasuk penghasil gas. Bahkan pemkab di sana telah membangun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Rembang yang menangani gas yaitu sumur migas RGT-2 di Desa Krikilan, Sumber, Rembang.

Pada pertengahan tahun ini gas di perusahaan itu sempat mengalirkan gas lagi. Berpotensi kembali mendapat pemasukan Rp 400-450 juta per bulan.

Meski demikan, hingga Rabu (26/7) keadaan tersebut belum bisa normal seperti pada periode Februari 2020-Juni 2022 lalu.

Pasalnya, saat dicek pertamina melalui pantauan pressure pada indikator sumur gas Randugunting 2 (RGT-2) gas yang mengalir masih bercampur air. (vah/zen)

 

Editor : Ali Mustofa
#belerang #Gas metana #rembang #pengeboran sumur #bumd