Nantinya, penyaluran air bersih ini juga akan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk pemetaan desa mana saja yang akan mendapat bantuan tersebut.
Bantuan itu pun disambut positif oleh masyarakat. Mereka berduyun-duyun ngangsu usai mendapat bantuan air bersih tersebut.
Toha pun berharap dengan bantuan air bersih bisa bermanfaat kepada masyarakat.
"Semoga dengan adanya bantuan ini setidaknya meringankan beban warga yang terdampak kekeringan," harapnya.
Baca Juga: BRI Rembang Gelar PHS, Serahkan Grand Prize Dua Mobil
Baca Juga: Berbagi Bahagia, BRI Rembang Beri Sembako di Panti Asuhan Darul Hadlonah
Sementara itu, Kepala Desa Pondokrerjo Sukir menyampaikan, bahwa warganya terdampak kekeringan akhir-akhir ini.
Total ada sekitar 600 dari 300 KK yang terdampak. Merata di 5 RT di 2 RW desa setempat.
”Masyarakat mendukung program BRI Peduli. Sebab, dengan kondisi musim kemarau seperti ini, warga kadang harus ngangsu dari dekat balai desa. Sekali lagi, saya mewakili warga berterima kasih kepada BRI Rembang," katanya.
Hal yang sama juga disampaikan Muhammad Mustain, Kepala Desa Lambangan.
Baca Juga: Berbagi Bahagia, BRI Rembang Beri Sembako di Panti Asuhan Darul Hadlonah
Baca Juga: Diresmikan Besok, 80 Persen Ruang Display Museum Masjid Jami’ Lasem Rembang Terisi
Ia menuturkan, warganya terdampak kekeringan sejak Agustus 2023. Kebetulan warganya tersebar di 5 RT dan 1 RW.
“Sebenaranya ada pamsimas tapi tidak mencukupi. Ada 350 KK, dari 1.350 penduduk,” terangnya.
Saat kekeringan warga ngangsu desa tetangga (Cabean, red). Tahun lalu tidak sampai kesulitan air bersih. Kebetulan ada Pamsimas. Tahun ini tidak mencukupi.
Sumber mata air hanya sumur dangkal. Tanah bengkok 7 titik.
Di lapangan juga banyak. Tapi saat kemarau tidak keluar airnya. Otomatis andalkan sumur dalam. Inipun desa ikut anggarkan. Satu pekan disuplai 5 RT.
“PR desa ke depan memang terkait anggaran pembuatan sumur atau embung,” targetnya. (*)
Editor : Abdul Rokhim