Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

APBD 2023 Defisit : Rapat Dilembur, Dewan Endus Potensi PAD Pemkab Rembang Tak Tercapai

Vachri Rinaldy Lutfipambudi • Selasa, 19 September 2023 | 22:00 WIB

Gdeung DPRD Rembang. (ISTIMEWA)
Gdeung DPRD Rembang. (ISTIMEWA)


REMBANG
- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang mengendus adanya potensi pendapatan asli daerah yang tidak tercapai pada APBD.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) itu dinilai perlu dilakukan rasionalisasi.

Sampai dengan Senin (18/9) masih dilakukan pembahasan. Bahkan berencana akan lembur sebab antara DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) masih melakukan pembahasan.

Baca Juga: Begini Detik-Detik EVAKUASI Korban Kecelakaan Truk vs Truk di Pantura Dresi-Kaliori Rembang

Baca Juga: Penghapusan Ditunda, BKD Rembang Pastikan Gaji Honorer Dipastikan Akan Tetap Cair

Rencananya, pada Selasa (19/9) akan dilaksanakan rapat paripurna hasil pembahasan Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS).

Sampai dengan Senin (18/9) sore, Anggota Banggar DPRD Rembang Puji Santoso menyampaikan, masih ada agenda pembahasan bersama TAPD.

Diperkirakan akan berlangsung sampai malam hari.

Sebelumnya, ia menyampaikan bahwa pada postur APBD terdapat potensi pendapatan yang belum tercapai.

"Ada potensi pendapatan yang tidak tercapai. Dengan skema itu ada Rp 91,7 miliar tidak bisa direalisasikan," katanya saat rapat paripurna perubahan agenda dan jadwal kegiatan beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Truk vs Truk di Pantura Dresi-Kaliori Rembang : Sopir Tewas Terjepit Kendaraan

Baca Juga: Ini IDENTITAS Sopir Dump Truk yang Tewas usai Adu Banteng di Pantura Dresi-Kaliori Rembang

Dengan skema tersebut, dikhawatirkan nantinya ada persoalan seperti kegiatan yang tidak terbayarkan.

Senin (18/9) DPRD Rembang mengagendakan pembahasan pendalaman KUA PPAS bersama TAPD.

Disinggung soal potensi tidak tercapainya pendapatan itu, Puji menjelaskan, pihaknya memang melihat potensi itu. Terutama dari pos pajak daerah yang targetnya dianggap terlalu tinggi.

"Yang dipasang pajak daerah targetnya Rp 155 miliar. Tapi kami melihat potensi dari OPD memang ada kekhawatiran tidak tercapai," katanya.

Dia mencontohkan, pada salah satu OPD yang pendapatannya ditargetkan Rp 2,3 miliar. Sementara diperkirakan kemampuan capaian sekitar Rp 1,3 miliar.

Baca Juga: Duh! Rapat Paripurna Penetapan KUA PPAS dan Kebijakan APBD Rembang Batal Dilaksanakan, Ini Penyebabnya

Baca Juga: Keluarga Ungkap Kondisi Sinta Aulia Penderita Tumor Asal Rembang Sebelum Meninggal Dunia

"Jadi kehilangan Rp 1 miliar. Itu satu OPD," katanya.

Menurutnya hal ini perlu diantisipasi dengan melakukan rasionalisasi terhadap PAD yang masuk. Sampai dengan kemarin sore, kata Puji, masih dalam proses komunikasi bersama TAPD.

"Tadi (kemarin, Red) rapat internal sudah kami singgung, selanjutnya pukul 15.30 WIB (kemarin) kami rapat dengan TAPD menyikapi hal tersebut, arah kebijakannya," katanya.

Selasa (19/9), rencananya akan dilaksanakan rapat paripurna KUA PPAS.

"Besok pagi. Ini kami lembur sampai malam," ujarnya. (vah/ali)

 

Editor : Abdul Rokhim
#pemkab rembang #APBD Defisit #rembang #dprd #pad #pendapatan asli daerah