Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Menteri Sandiaga Uno Launching Soft Opening Museum Islam Nusantara di Lasem Rembang, Begini Kemeriahannya

Wisnu Aji • Minggu, 17 September 2023 | 22:09 WIB
SAPA MASYARAKAT: Menteri Sandiaga Salahudin Uno membuat lambang love atau cinta kepada para siswi saat kunjungan Islam Nusantara di kompek Masjid Jami
SAPA MASYARAKAT: Menteri Sandiaga Salahudin Uno membuat lambang love atau cinta kepada para siswi saat kunjungan Islam Nusantara di kompek Masjid Jami

REMBANG – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno membuka soft opening Museum Islam Nusantara dan pameran UMKM di komplek masjid Jami’ Lasem pada Sabtu (16/9).

Di Kota Pusaka tersebut, Sandiaga menyempatkan minum jamu kunir atau kunyit asem.

Kedatanganya di hari kedua Kota Garam disambut antusias pelajar.

Baca Juga: Duh! Tiga Rumah di Desa Kedungerjo Rembang Ludes Terbakar, Ini Penyebabnya

Baca Juga: Menteri Sandiaga Uno ke Ponspes Al Anwar Sarang Rembang, Ini Pesannya untuk Santri

Tampak sepanjang jalan dari barat SMPN 1 Lasem hingga kawasan masjid mereka membawa bendera. Dikibarkan di tangan.

Sorak gembira ditunjukkan untuk memberikan hormat kepada sosok yang juga Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Diberitakan sebelumnya pada kunjungan pertama atau Jumat (15/9) Sandiaga Uno sampai di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Anwar 2 sekitar pukul 16.00 WIB.

Pengasuh Pondok Al Anwar 2 KH Abdullah Ubab Maimoen dan Bupati Rembang Abdul Hafidz juga ikut mendampingi. Di pondok ini, Sandiaga memberikan materi tentang enterpreneur kepada santri.

Baca Juga: Musim Kemarau, 199 Desa di Rembang Alokasikan Dana Desa Untuk Hadapi Kekeringan

Baca Juga: Bupati Rembang “Haramkan” Warga Jual Lagi Beras Bantuan, Ini Alasannya

Sementara kunjungan hari kedua tepatnya pada Sabtu (16/9), Sandiaga tiba di halaman parkir Masjid Jami’ Lasem pagi pukul 08.39 WIB.

Berhem putih, peci hitam, dan bawahan batik tulis Lasem.

Ia datang tak sendiri, tetapi didampingi Bupati Rembang Abdul Hafidz dan Ketua DPRD Rembang Supadi.

Kedatangan Sandiaga Uno juga didampingi DPR RI, Muhamad Arwani Thomafi dan Abdul Aziz anggota DPRD Provinsi Jateng. Para kades di Kecamatan Lasem.

Baca Juga: Diduga Trobos Lampu Merah, Bus Widji Lestari Tabrak Warga Mondoteko Rembang hingga Tewas

Disambung ucapan selamat datang dari anak-anak anggota pramuka. Mereka ada yang saling berebut untuk bersalaman dan foto-foto.

Di lokasi itu, Sandiaga keliling ke stand UMKM. Di salah satu stand itulah ia menyempatkan minum kunyit asam dengan gelas ukuran kecil. Dia kemudian mengajak rombongan bersulang.

Setelah puas kunjungi UMKM, dia kemudian meresmikan Museum Islam Nusantara. Lokasinya persis sebelah selatan masjid Jami Lasem.

Sosok yang menjabat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga menyampaikan paket wisata bisa dimulai di masjid Jami Lasem. Dengan tema museum Nusantara Lasem yang akan jadi daya tariknya.

Baca Juga: Diresmikan Besok, 80 Persen Ruang Display Museum Masjid Jami’ Lasem Rembang Terisi

Baca Juga: Menteri Sandiaga Uno bakal Berkunjung ke Rembang : Isi Agenda Digital Preneur hingga Sowan Gus Baha

Dalam kunjungan itu dia sempat melantunkan pantun.

”Pergi ke pasar membeli ikan. Ikan dibeli dari tempat pelelangan. Assalamualaikum warga Kabupaten Rembang saya ucapkan. Bagi masyarakat tercinta yang saya harapkan,” ucap Sandiaga yang disambut tepuk tangan tamu yang hadir.

Pihaknya bangga bisa hadiri soft opening museum Islam Nusantara. Harapan selanjutnya menteri-menteri diundang ke Lasem.

Salah satu daya tarik museum itu, rumah gadang khas Sumatera Barat dan adat Jawa. Akulturasi dan penggabungan.

Terinspirasi dari tokoh ulama Lasem, KH Maksum. Merupakan keturunan Sultan Minangkabau dan KH Baidlowi keturunan Ningrat Jawa.

”Luar biasa penggabunganya. Uniknya didirikan di kawasan Pecinan. Menyambung akulturasi yang menjadi bukti masyarakat Lasem. Harapannya bisa membuka peluang usaha dan lapangan kerja, banyak UMKM terberdayakan. Sudah ada store-store UMKM di depan. Tolong dijaga kebersihanya” kebangganya.

Baca Juga: Menteri Sandiaga Uno bakal Berkunjung ke Rembang, Ini Jadwal dan Agendanya

Baca Juga: Lalu Lintas di Jalan Pantura Kaliori Rembang Berpotensi Macet hingga Akhir Tahun, Ini Penyebabnya

Setelah soft opening selesai, dia dan rombongan mengunjungi isi museum dari lantai 3 dan 2. Dalam kesempatan itu Sandiaga juga mengapresiasi batik tulis Lasem yang dipromosikan. Memiliki etalase, untuk buka usaha, dan lapangan kerja.

Dan Islam yang rahmatan lil 'alamin, lanjutnya, ditunjukan di museum tersebut. Bisa dilihat sejarahnya masuk nusantara. Juga masjid-masjid yang menjadi daya tarik masa lalu hingga sekarang.

”Saya mendapatkan tawaran dari pengelola ikut berpartisipasi dalam melengkapi isi Museum Islam Nusantara. Salah satunya kelengkapan Alquran 30 juz. Mudah-mudahan Gus Arwani bisa menindaklanjuti. Kami dari tim siap memberikan dukungan secara kolaboratif,” terangnya.

Anggota DPR RI, Muhamad Arwani Thomafi melaporkan tahun 2022 mendapatkan perhatian pemerintah pusat program penataan kawasan Kota Pusaka Lasem.

Baca Juga: Innalillahi! Shinta Auliya, Penderita Tumor asal Rembang yang Sempat Viral Kini Meninggal Dunia

Baca Juga: Program Sedekah Telur dari ASN Rembang : Bayi Stunting Butuh 17 Ribu Telur

Ada kompleks pertokoan pasar Lasem dilanjutkan komplek Pecinan (Lasem heritage).

Gus Aang –sapaan akrabnya- mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah memperhatikan.

Khususnya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki HadImUljono. Dan secara lebih luas lagi masyarakat Lasem yang telah bersama sama-sama memperjuangkan.

Anggota DPRD Provinsi, Abdul Aziz menyampaikan Museum berdiri di Lasem karena tonggaknya disana. Sejarah dakwah islam di negeri, tempat yang paling bersejarah menurutnya Lasem.

”Di Lasem mewakili 3 periode penting. Dakwah di Nusantara, abad-15 muncul Mbah Bonang. Abad-17 muncul mbah Sambu dan abad-20 muncul para pendiri NU, termasuk KH Hasyim Asy'ari yang juga keturunan dari Mbah Sambu,” terangnya. (noe/zen)

 

Editor : Abdul Rokhim
#menparekraf #rembang #lasem #sandiaga uno #museum islam nusantara