Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sumur di Sumber Rembang Kembali Keluarkan Gas, Bisnis BUMD Migas Berpotensi Aktif Kembali

Wisnu Aji • Selasa, 25 Juli 2023 | 18:55 WIB
DIPANTAU: Pekerja mengecek tekanan atau indikator sumur Gas RGT-2 Desa Krikilan, Kecamatan Sumber baru-baru ini.
DIPANTAU: Pekerja mengecek tekanan atau indikator sumur Gas RGT-2 Desa Krikilan, Kecamatan Sumber baru-baru ini.

REMBANG – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Rembang berpotensi kembali mendapat pemasukan Rp 400-450 juta per bulan.

Pasalnya, sumur migas RGT-2 di Desa Krikilan, Kecamatan Sumber itu kembali mengeluarkan gas.

Meski demikan, hingga Rabu (26/7) keadaan tersebut belum bisa normal seperti  pada periode Februari 2020-Juni 2022 lalu.

Pasalnya, saat dicek pertamina melalui pantauan pressure pada indikator sumur gas Randugunting 2 (RGT-2) gas yang mengalir masih bercampur air.

Baca Juga: Hari Jadi ke-282 Rembang : Bupati Ziarah ke Tokoh Pemerintah-Ulama hingga Datangkan Aftershine

Sementara itu, pemulihan produksi migas itu bisa dibilang cukup lambat. Tercatat sumur itu mengalami masalah sejak 3 Juli 2022 atau dalam kurun waktu satu tahun belakangan.

Nantinya, jika sumur dapat beroperasi normal, BUMD Migas berharap dapat berkontribusi menyetorkan dividen kepada Pemkab seperti tutup Tahun Buku 2021 yang disetorkan kepada Pemkab pada Tahun 2022 sebesar Rp 746.267.836.

Baca Juga: Soal Tumpukan Sampah di Pantai Kragan Rembang, Begini Kata Dinas Lingkungan Hidup

Sementara itu, berdasarkan surat persejutuan SKK Migas tentang PJBG atau perjanjian jual beli gas antara PHE Randugunting dengan PT. Bahtera Andalan Gas masa perjanjian 2019-2029 total kapasitas gas yang ada sebesar 8,82 BSCF.

Pengelolaan hasil gas bumi di wilayah Kabupaten Rembang ini, tercipta karena PT. Rembang Migas Energi yang merupakan perusahaan daerag bekerjasama dengan PT. Bahtera Andalan Gas sebagai investor, dengan sistem sharing profit/bagi hasil keuntungan setiap bulannya.

Baca Juga: Pemuda asal Pulokulon Grobogan Tewas Digigit Ular Korba saat Atraksi, Begini Kronologinya

Sementara untuk perbaikan sumur, berbagai usaha telah dilakukan. Namun, ada kendala teknis dan non-teknis. Dimungkinkan karena ada penurunan tekanan.

Hal itu, secara teknis bisa disebabkan adanya kerak atau kotoran atau ada air ikut masuk terproduksi. Namun yang penyebab pasti sumur tersumbat menunggu hasil kajian dari Pertamina.

Baca Juga: Begal di 11 TKP Dibekuk Polres Rembang, Polisi Ungkap Modus hingga Motif

Terpisah, Komisaris BUMD PT Rembang Migas Energi (RME), Mardi saat dikonfirmasi membenarkan bahwa sumur itu mengeluarkan gas. Hanya saja volumenya masih kecil.

”Terdapat tekanan di pengukur atas Sumur Randugunting 2. Kami terus mencoba untuk mengetahui. Apakah tekanan dorongan gas atau cairan yang ada,” katanya saat ditemui di kantornya baru-baru ini.

Baca Juga: Begal di 11 TKP Dibekuk Polres Rembang, Polisi Ungkap Modus hingga Motif

Oleh pihak Pertamina Hulu Energi (PHE) dicoba dibuka. Dialirkan. Namun, gas yang keluar masih bercampur air. 

Meski demikian, aliran gas belum normal seperti biasanya saat produksi. Alirannya masih kecil.

”Apakah potensi di dalam reservoir volumenya kecil atau masih ada material-material lain yang menyumbat aliran gasnya. Kami masih selidiki,” katanya.

”Itu akan dikaji oleh  pihak PHE sebagai pengelola sumur gas Randugunting 2. Hasil kajian seperti apa. Apa yang akan dilakukan seperti apa, penangananya atau actionnya semuanya oleh PHE. Kami menunggu. Mudah-mudahan volume gas masih potensi di eksploitasi. Sehingga yang semula macet bisa kembali produksi lagi,” harapnya. (noe/zen)

 

Editor : Abdul Rokhim
#gas rembang #gas #sumber #sumur gas #bumd #randugunting