REMBANG – Museum R.A. Kartini Rembang ditutup selama tiga hari hingga tanggal 21 Juli 2023 mendatang.
Selasa (18/7) pengelola melakukan pemeliharaan bangunan dan koleksi museum dengan menyemprotkan fumigasi anti rayap.
Sub Koordinator Museum RA Kartini Retna Dyah menyebutkan fumigasi dikerjakan rekanan dari Semarang.
Mereka telah berpengalaman melakukan pengendalian hama maupun serangga.
”Kita datangkan rekanan khusus bergerak fumigasi. Sumber anggarannya dari dana alokasi khusus (DAK) non fisik,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.
Menurutnya upaya fumigasi pada pemeliharaan koleksi sangat penting.
Baca Juga: Unicef Apresiasi Fashion Show Kain Perca di Museum RA Kartini Rembang, Begini Keseruannya
Mengingat barang-barang koleksi sangat rawan terhadap hama-hama.
Selain itu, kondisi bangunan memang butuh perlindungan.
“Perawatan sangat penting sebab bangunan lama. Apalagi serangan rayap sangat luar biasa," katanya.
"Fumigasi ini selain membunuh rayap juga hama bubuk,” ujarnya.
Ia menambahkan fumigasi idealnya efektif dilakukan enam bulan sekali.
Namun karena keterbatasan anggaran akhirnya dilakukan setahun sekali.
Agar penyemprotan dan penyuntikan fumigasi ini berjalan maksimal.
Maka ruangan harus ditutup agar akses udara dapat diminimalkan.
”Seperti pintu dan jendela dilapisi menggunakan plastik. Lalu dilakukan penyemprotan gas," ujarnya.
"Jadi ruangan harus steril seluruhnya, paling tidak 3 hari penutupan,” imbuhnya. (noe/ali)
Editor : Abdul Rokhim