Baca Juga : Dimeriahkan Tarian Ibu-ibu hingga Peserta Bak Kuntilanak, Begini Keseruan Karnaval di Desa Sumberjo Rembang
Tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang berencana merenovasi alun-alun dan Taman Kartini. Pembangunan ini akan memberikan dampak kepada pedagang, sehingga perlu ada relokasi.
Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Rembang Mahfudz menyampaikan, untuk relokasi pedagang di alun-alun nantinya akan menunggu sampai pembangunan taman kartini selesai.
"Pedagang alun-alun belum, nanti menunggu pembangunan TRP atau pusat kuliner itu selesai," ujarnya.
Di taman Kartini sendiri rencananya akan ada sekitar 90 lapak kuliner setelah penataan. Sembari menunggu selesai dibangun, kata Mahfudz, pihaknya akan melakukan identifikasi terhadap pedagang-pedagang di alun-alun. Dioerkirakan di sana ada sekitar 150 pedagang.
Apabila relokasi dilaksanakan, pihaknya akan memberikan skala prioritas terhadap pedagang kuliner.
"Selama itu belum pendataan identifikasi harus dilakukan. Pedagang keseluruhan sekitar 150 an. Nanti ada prioritas dulu. Semua pedagang, cuma pedagang makanan sama gerobak nanti akan beda," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, beberapa waktu lalu Pemkab mulai melaksanakan tahapan persiapan dokumen sebelum masuk proses lelang. Sehingga, kemungkinan waktu pengerjaan kedua proyek ini bisa dilaksanakan bebarengan.
Dalam pembangunan Taman Kartini, Pemkab telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 8,6 miliar. Pembangunan diharapkan sudah bisa dimulai pada Juli. Targetnya, bisa selesai dalam waktu lima bulan. Sehingga pada Desember nanti wajah baru destinasi wisata pantai ini sudah rampung.
Pemkab Rembang saat ini sudah menyiapkan dua lokasi untuk relokasi sementara untuk para pedagang. Yakni di area Gambiran dan Stadion Krida Rembang. (vah/khim) Editor : Abdul Rokhim