Rangkaian kegiatan hari Kartini ke-144 dipusatkan di pendapa dan sanggar budaya komplek museum RA Kartini, Rembang. Dibuka langsung, Haziroh Hafidz istri Bupati Rembang, Abdul Hafidz didampingi Siti Halimatussa'diyah Hanies, istri Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro'.
Acara diawali sambutan kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Mutaqin melaporkan event kartini digelar dalam rangka memperingati hari kelahiran RA Kartini. Ada 4 lomba, karawitan umum, membatik, tari orek-orek dan donanan anak tradisional.
”Karawitan umum. Peserta ada dari sanggar,kelompok, seniman dan para siswa. Pesertanya ada 11 kelompok peserta regu. Masing-masing kelompok 20 orang. Kalau hadir semua 210 dari pengrawit,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus.
Lalu di sanggar budaya ada lomba membatik. Peserta siswa SMP dan SMA sederajat. Total ada 45 orang yang ikut partisipasi. Dilanjutkan hari Kamis tanggal 13 April 2023, lomba tarik orek-orek berpasangan.
Pesertanya tari dari kalangan OPD dan kecamatan dan instansi BUMN dan BUMD se-Kabupaten Rembang. Peserta masuk 29 kelompok, satu dinas ada keluar 2 kelompok. Lalu ada permainan tradisonal untuk anak-anak dengan peserta 19 kelompok.
”Tujuan utama untuk mengembangkan dan melestarikan, disamping pula mengenang jasa RA Kartini serta silahturahmi. RA Kartini suka batik, senang karawitan. Untuk mengenang jasa beliau gending yang dilombakan salah satunya Ginonjing.,”terangnya.
Ditambahkan Mutaqin penjurian dilaksanakan. Pengumuman penjurian diumumkan pada waktu upacara hari Kartini tanggal 27 April setelah lebaran. Untuk masing-masing lomba. Hadiahnya berupa piagam penghargaan dan uang pembinaan. Dibuat kategori sama.
Sementara itu Haziroh Hafidz, Ketua PKK Rembang menyampaikan lomba tari orek-orek, karawitan, dolanan anak dan membatik. Itu penting dilakukan untuk nguri budaya Kabupaten Rembang, jika tidak akan habis dan mati.
”Untuk menjaga agar tidak mati Dinbudpar mengadaka kegiatan rangkaian Kartini. Ada yang masih kecil sementara sudah mulai era digital, suka main HP. Makanya diadakan lomba bermain,” sambutanya.
Berikutnya berkaitan lomba membatik. Memang kabupaten Rembang batik top markotop. Sudah go internasional, tidak kalah batik Solo dan Jogya. Untuk menjaga dan melestarikan sehingga mengadakan lomba SMP dan SMA sederajat.
”Kalau tidak diajari sejak dini. Tidak cinta. Nanti anak-anak juga tidak mau melakukan membatik,” imbuhnya.
Kemudian berkaitan tari orek-orek. Biasanya OPD rutinitas pekerjaan kegiatan di kantor masing-masing menuju Kabupaten Rembang gemilang. Supaya fresh tugas maka diadakan lomba tersebut. Begitupun sama lomba karawitan. (noe/lid/adv) Editor : Kholid Hazmi