Program kelas mengajar rersebut dibuka Kepala Dindikpora Kabupaten Rembang Sutrisno melalui Kepala Pembinaan SD Nugroho Septiawan Widyatmoko. Hadir sebagai narasumber Pimpinan Redaksi JPRK M Zainal Abidin, dan Redaktur Digital JPRK Abdul Rokhim.
Zaenal Abidin Pimred JPRK memaparkan cara jitu menulis karya ilmiah populer hingga bisa diterbitkan di koran. Menurutnya, menyusun rencana penulisan artikel yang baik. Perlu diawali dengan memilih ide, dan tema tulisan. Tak hanya itu penulis juga butuh referensi. Kemudian untuk teknik penulisan artikel secara sistematika biasanya menggunakan teori piramida terbalik.
Teori piramida terbalik ini penyajian tulisan dengan struktur informasi penting pada bagian awal, kemudian makin ke bawah memuat informasi yang kurang penting.
”Setelah itu diterapkan. Artikel bisa terbit di koran artikel biasnya dilengkapi foto wajah dan data pengiriman. Selain itu, jumlah kata biasnya 500 karakter,” ungkapnya.
Sementara Redaktur Digital JPRK, Abdul Rokhim memaparkan seputar bagaimana memproduksi konten di media sosial, mengoptimalisaikan website agar menarik dan banyak dikunjungi pembaca. Selain itu, memberikan wawasan terkait etika bermedia sosial yang baik.
“Perkembangan teknologi mendorong kita untuk lebih bisa memanfaatkan media baru yang ada. Baik itu media sosial maupun digital pada umumnya. Namun, yang perlu kita ingat adalah kita punya etika ketika berselancar di media sosial,” katanya.
Selepas pemaparan materi, Immamudin peserta dari SD VI Kutoharjo, Rembang menanyakan bagaimana tips dan trik agar bisa tetap eksis dan percaya diri dalam menulis. Kebetulan sekian tahun lalu mencoba membuat Blogs. Tujuannya ingin memindahkan tulisan dari Facebook. Isinya curhat berbagai hal, namun kurang percaya diri.
”Saya kurang percaya diri. Bagaimana bisa kontinyu dalam membuat konten. Dengan memasukan tulisan saya yang beraneka ragam,” ungkapnya.
Redaktur Digital JPRK Abdul Rokhim memberikan saran supaya percaya diri dalam membuat konten. Salah satunya dengan fokus di bidang atau profesi yang ditekuni. Misalnya, profesi seorang guru.
“Kami sarankan ambil ide-ide paling dekat di sekitar kita saja. Misalnya, anda sebagai seorang guru, bisa saja anda membuat konten tentang penerapan kurikulum merdeka. Bagaimana tanggapan anak didik, orang tua dan guru,” ungkapnya.
Kepala Pembinaan SD pada Dindikpora Rembang Nugroho Septiawan Widyatmoko mengapresiasi semangat para guru SD yang antusias menimba ilmu Sharing dan diskusi bareng mengenal Jurnalistik dengan Jawa Pos Radar Kudus.
”Dikenalkan jurnalistik, dikenalkan penulisan, bermedia sosial bijak ini penting dipahami para guru di zaman digital saat ini,” paparanya.
Nugroho juga berterima kasih atas kehadiran narasumber spesial dari tim Jawa Pos Radar Kudus.
“Mudah-mudahan kerja sama ini terus berlanjut dan lebih besar. Rencananya akan ada profil guru-guru dan sekolah berprestasi di Kabupaten Rembang. Semoga nanti terealisasi dan bisa memberi motivasi dan inspirasi sekolah-sekolah lain,” imbuhnya.
Genjot Darma Guru Bikin Kelas Mengajar
Program Darma Guru terus digenjot Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang. Di bawah kepemimpinan Kepala Dindikpora Sutrisno peningkatan mutu pendidikan dari segi tenaga pendidik menjadi diprioritaskan. Program ini pun akan diawali dengan mengembangkan literasi, menggelar program kelas mengajar sekolah dasar kerja sama Jawa Pos Radar Kudus.
“Program peningkatan kompetensi guru pendidik dan tenaga kependidikan ini sesuai program Pemkab. Salah satunya ada namanya darma guru. Program darma guru itu saling memberi, menerima. Ada guru yang bagus memberikan informasi terbaru kepada rekan yang lain,” kata Sutrinso kepada Jawa Pos Radar Kudus.
Hal itu juga sesuai dengan Implementasi Kurikulum (IKM) merdeka. Dimana guru-guru penggerak menularkan pengetahuan pada rekan-rekan. Di tingkat kecamatan, kelompok kegiatan kepala sekolah (KKKS) maupun kabupaten sudah jalan.
Kemudian kerja sama dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Ikatan Guru Indonesia (IGI) berkaitan penulisan karya tulis. Sehubungan dengan Penilaian dan Penetapan Angka Kredit Guru (PAK). Sudah dilakukan banyak. Namun belum banyak tersentuh media.
”Semua K3S se-Kecamatan di SD sudah melaksanakan berbagai kegiatan. Alhamdulillah darma guru sudah jalan. Ada yang mendapat subsidi dari APBD dan mandiri, untuk peningkatan mutu pendidik,” ungkapnya.
Sutrisno juga mengapresiasi terobosan kerja sama dengan Jawa Pos Radar Kudus untuk membuatkan profil guru atau sekolah berprestasi. “Bisa per korwil. Termasuk yang mendapatkan penghargaan. Misalnya belum lama ini adiwiyata mandiri dan penghargaan dari Unnes, green school,” imbuhnya. (adv) Editor : Abdul Rokhim