Baca Juga : Pencurian Kotak Amal Masjid di Kragan Rembang, Pelaku Congkel Gembok pakai Obeng
Dalam sidak tersebut, bupati menemukan alat pemasang tiang pancang mengalami kerusakan. Padahal proyek Rp 8 miliar ini masih harus memasang 12 balok gelegar.
Kepala DPUtaru Kabupaten Rembang Gantiarto saat dikonfirmasi mengaku inspeksi mendadak bersama bupati tak hanya di jembatan Temperak. Tetapi juga proyek jalan Bonjor (Sarang) dan Lodan (Sedan).
”Jembatan Temperak sudah pasang gelagar sisi selatan. Separo. Sudah bagus. Jelasnya bergerak terus,” ujarnya kemarin.
Kabid Bina Marga, Nugroho Tri Hutomo menambahkan, pekerjaan jembatan Temperak terus dilakukan hingga akhir tahun ini. Secara perhitungan progres diangka 40-an persen. Dengan sisa waktu pengerjaan kurang dari tiga pekan.
”Harus ada percepatan. Selasa (13/12) sudah tahap balok gelagar jembatan,” terangnya.
Menurutnya, dari sisi teknis, normal kecepatan satu balok per hari. Hasil sidak tersebut Bupati meminta ada percepatan. Bisa dua balok per hari. Artinya mereka harus kerja lembur manfaatkan waktu yang tersisa.
Sementara, balok yang harus di pasang secara keseluruhan 12 unit. Itu dua segmen. Dengan gambaran masing-masing segmen 6. Kalau itu bisa dikerjakan dalam pekan ini selesai, satu segmen bisa dipasang plat lantai kemudian dicor.
”Segmen satunya otomatis bisa berjalan paralel. Artinya ketika satu segmen selesai pekerjaan plat lantai, segmen satu sudah mulai pasang balok lagi,” jelasnya.
Ketika pengecoran lantai selesai artinya pekerjaan struktur utama sudah selesai. Kalau diperhitungkan satu segmen kelar diarahkan langsung kegiatan pekerjaan tambahan. Semacam pembuatan pagar pengaman jembatan.
Begitu pagar pengaman sudah dikerjakan, lalu segmen satu sudah pasang balok artinya dua pekan harusnya secara struktur utama selesai. Masih punya waktu sepekan lagi. Ini juga paralel untuk pemasangan balok girder diperkirakan satu pekan.
”Artinya sepekan pekerjaan untuk pengaspalan jalan penghubung bisa dimulai,” ujarnya.
Jika pekerjaanya bisa lembur. Menambah waktu seharusnya bisa selesai. Karena yang terjadi di lapangan tim menemukan kerusakan alat pancang. Namun, sudah diusahakan. Harapannya di lapangan tidak ditemukan lagi kerusakan.
”Prinsipnya pak bupati mendorong pekerjaan selesai 100 persen. Disampaikan penyedia kalau secara realistis tanpa penambahan waktu masih ada yang belum bisa. Maka harus kerja lembur,” tutupnya. (noe/ali) Editor : Abdul Rokhim