Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sopir Truk Maut di Bekasi Ternyata Warga Lasem Rembang, Begini Kondisinya

Abdul Rokhim • Kamis, 1 September 2022 | 18:25 WIB
SI PEMICU: Truk yang menabrak puluhan kendaraan di simpang Muara Rapak, Balikpapan, Jumat (21/1). (FUAD MUHAMMAD/KALTIM POST)
SI PEMICU: Truk yang menabrak puluhan kendaraan di simpang Muara Rapak, Balikpapan, Jumat (21/1). (FUAD MUHAMMAD/KALTIM POST)
BEKASI – Kecelakaan maut, truk trailer menabrak sejumlah orang terjadi di Jalan Raya Sultan Agung, Kota Baru, Bekasi Barat, Rabu (31/8) pagi. Akibatnya, 10 orang tewas dan 23 orang lainnya mengalami luka-luka. Korban pun langsung dilarikan ke RS Ananda dan RSUD Kota Bekasi.

Baca Juga : Pelaku Utama Penimbun Solar Bersubsidi di Sedan Rembang Diamankan, Ini Sosoknya

Sesaat setelah kejadian, AS, 30, pengemudi truk maut yang merupakan warga Desa Jolotundo, Kecamatan Lasem, Rembang itu pun langsung diamankan. Hal itu disampaikan oleh saksi mata dalam kejadian nahas tersebut, Daffa Azrieal, 22, saat hendak berangkat ke tempat kerjanya.

Menurutnya, setelah tragedi tersebut, sang sopir yang mengendarai truk N 8051 EA dengan muatan bahan bangunan (besi) itu langsung diamankan oleh warga sekitar.

“Untuk sopir truck sudah diamanka oleh warga setempat lalu diserahkan ke Polres Bekasi,” ujarnya kepada JawaPos.com, Rabu (31/8).

Lebih lanjut, Daffa menuturkan, keadaan sopir nampak baik-baik saja dan tidak mengalami luka berat setelah tragedi yang mengakibatkan puluhan korban itu terjadi. "Sepertinya baik-baik saja, tidak ada luka berat," imbuhnya.

Terpisah, pengamanan sopir maut tersebut dibenarkan Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Aan Suhanan. Dia menuturkan, sang sopir diamankan di Polres Metro Bekasi Kota dan sudah menjalani serangkaian pemeriksaan. Nantinya, akan dilanjutkan setelah menunggu psikologisnya membaik. ”Dia masih shock. Sementara, untuk hasil tes urinenya negatif,” katanya.

Lebih lanjut, Aan menambahkan, dugaan sementara, kecelakaan tersebut disebabkan human error atau gagal rem. ”Kami masih selidiki. Kami lihat ada bekas rem, ini ada beberapa kemungkinan. Bisa human error, bisa gagal rem karena overload,” ujarnya.

Sebelumnya, kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 09.30 bertepatan ketika sebagian murid sudah waktunya pulang dan sebagian lainnya dalam masa istirahat.

Nampak, suasana di depan sekolah yang berlokasi di Jalan Sultan Agung yang menghubungkan Bekasi dengan Jakarta Timur itu tengah ramai.

”Dari jauh (Truk, Red) sudah terlihat oleng, mungkin karena (merasa) jalan di sana itu gujlak-gajluk (tidak rata). Itu (sopir) ngantuk ya kan, buang ke kiri,” kata Toha, salah seorang saksi mata, kepada Jawa Pos Radar Bekasi.

Setelah kejadian, seluruh korban dan kendaraan yang terlibat kecelakaan pun lalu dievakuasi, polisi langsung melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) untuk menyelidiki penyebab kecelakaan. Tak jauh dari lokasi kejadian, polisi mendapati bekas rem sekitar 5 meter.

Tak cukup sampai sana, saat sejumlah warga berusaha mengevakuasi korban, tiba-tiba sebuah menara BTS ikut roboh dan menimpa mobil boks yang justru berada di ruas jalan berlawanan, yakni ruas jalan yang mengarah menuju Bekasi Selatan.

Akibatnya, pengemudi mobil boks pun meninggal. Berdasar rekaman video amatir yang diterima Jawa Pos Radar Bekasi, nampak pengendara motor juga tertimpa menara yang roboh. Beruntung, pengendara dan penumpangnya selamat lantaran tiang menara tertahan mobil boks.

Lebih lanjut, warga yang berada di sekitar lokasi menduga sopir mengantuk. Sebab, trailer melaju dalam keadaan tidak stabil. Sebelumnya, pemeriksaan awal polisi juga mendapati tuas gigi persneling menunjukkan berada di angka tiga. Kecepatan saat kejadian diprediksi di atas 60 km per jam.

Ali, salah seorang korban selamat, mengaku terhindar dari maut setelah meloncat dari samping gerobak dagangannya. ”Pinggang kena minyak goreng, saya nggak bisa bangun,” papar pedagang papeda itu.

Kejadiannya, kata Ali, begitu cepat. Dia tidak mendengar suara klakson atau peringatan lainnya. Dia berhasil menghindar setelah melihat rekannya sesama pedagang terlebih dahulu dihantam trailer.

Ali bahkan sempat tidak sadarkan diri dan baru terjaga ketika sampai di rumah sakit. ”Yang saya lihat itu kencang ya (truk),” ujar Ali.

Sementara itu, Hidayat yang merupakan guru olahraga di SDN Kota Baru II menyebutkan, saat kejadian dirinya berada di ruang guru yang hanya terhalang tembok sekolah dengan titik kecelakaan.

Hidayat meminta guru-guru lain menelepon polisi. Dia sempat membantu seorang korban selamat. ”Kita tolong sebisa kita,” ucapnya. (Radar Bekasi/khim) Editor : Abdul Rokhim
#rembang #kecelakaan maut #Kecalakaan maut bekasi #sopir truk maut #bekasi #Kecelakaan bekasi