Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Jalan Tol Demak-Tuban Batal Lewati Pusat Kota Rembang, Ini Penyebabnya

Ali Mustofa • Selasa, 12 Juli 2022 | 17:21 WIB
BERUBAH-UBAH: Warga melintasi jembatan makam Desa Pulo, Rembang. Daerah sekitar itu salah satu lokasi terkena perubahan kedua jalur tol. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)
BERUBAH-UBAH: Warga melintasi jembatan makam Desa Pulo, Rembang. Daerah sekitar itu salah satu lokasi terkena perubahan kedua jalur tol. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)
REMBANG – Jalan Tol Demak-Tuban batal melewati beberapa area pusat Kota Rembang. Di antaranya Puri Mondoteko, Kemenag, dan Gedung Haji.

Jalan tol di daerah Kecamatan Kota Rembang rencana semula lewat Desa Kedungrejo, Kumendung, Sridadi, Turusgede. Kemudian berubah melewati Pulo, Ketanggi, Mondoteko (Perumahan Puri Mondoteko), Kemenag, dan Gedung Haji.

Rute tol baru ditolak Bupati Rembang Abdul Hafidz dan warga sekitar Perumahan Puri Mondoteko), Kemenag, dan Gedung Haji. Karena penolakan itu, jalur tol kembali ke semula.

Perubahan itu dibenarkan Bupati Rembang Abdul Hafidz. Setelah dirinya menanyakan kebenaran itu ke kementerian.

Jalan tol sudah disosialisasi lama. Dia kaget, malah tiba-tiba berubah jalurnya. ”Tiba-tiba berubah (dari rencana awal, Red). Entah munculnya dari mana (tol, Red) dipindah ke sekitar pusat Kota. Persisnya di kantor Kementrian Agama dan Gedung Haji. Bisa dibayangkan kalau area itu kena sampai 90 meter. Tidak ada Kota Rembang,” perhatiannya.

Karena perubahan kedua itu beberapa waktu lalu Bupati Abdul Hafidz menghadap ke Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat. Abdul Hafidz minta rute tol dikembalikan ke rencana awal. Sehingga jalan tol tidak lagi lewat pusat kota. Namun arahnya di bagian selatan Rembang atau sesuai rencana awal.

Bupati Hafidz mengaku saat menyampaikan perubahan itu justru dari kementrian kaget. ”Saat kami menanyakan ke konsultan mereka tidak jawab. Balai besar ditanya juga sama, tak jawab,” terangnya.

Indikasinya muncul ada kepentingan kelompok tertentu memindahkan jalur tol.

”Itu yang berbahaya. Sehingga kemarin Dirjen (Direktorat Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Jalan dan Jembatan, Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, Red) memutuskan kembali ke rencana awal yaitu ke selatan. Alhamdulihan sudah clear,” penekananya.

Kepala Desa Pulo Rudi Pavendi saat dikonfirmasi membenarkan beberapa waktu lalu ada survei jalan tol Kaliori-Rembang-Lasem. Area itu merupakan perubahan kedua rute tol.

”Itu (di Pulo, Red) survei pertama. Selanjutnya tim geser di Desa Ketanggi,” teranganya.

Rudi sendiri baru tahu desanya masuk lokasi survei jalan tol ketika didatangi tim survei. Karena setahunya sejak dulu rute yang dilalui akan melintas di selatan. Yaitu di Desa Kedungrejo tembus Desa Turusgede. Bukan di daerahnya.

Kades itu mengaku tak tahu detail jalur yang melewati desanya. Hanya informasi yang diterima di desanya akan melintas dekat makam umum. Di desanya ada tiga makam. Pertama di dukuh Pulo, Sugihan, dan Gayam.

”Infornya yang dilewati titik sebelah selatan. Di dukuh Pulo. Tanah kelihatanya masuk perbatasan Sendangagung, Kaliori,” katanya.

Makam yang dilintasi, makam warga dukuh Pulo dan Ngrandu. Lokasinya dekat jembatan Jeruk, Sendangagung.

Persiapan pembangunan tol Demak, Kudus, Pati, Rembang, dan Tuban, sudah dilakukan. Kemungkinan eksekusi pengadaan tanah pada 2023. Kalau tak ada kendala jalur tol itu selesai dibangun 2024. (noe/zen) Editor : Ali Mustofa
#jalur tol #pengadaan tanah #bupati rembang #rembang #Jalan Tol Demak-Tuban