Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan, dalam pembangunan infrastruktur akan dilakukan dengan meningkatkan kualitas jalan dan jembatan.
Jalan yang sudah dibangun oleh pemerintah kabupaten Rembang adalah jalan antar kecamatan. Atau jalan kabupaten. Totalnya ada 580 kilometer. Dari total tersebut sudah inventarisir berapa yang sudah baik dan berapa yang masih mengalami kerusakan.
Beberapa waktu lalu sudah dilakukan perbaikan di beberapa ruas jalan. Prioritasnya adalah jalan-jalan yang memiliki lalu lintas harian tinggi. Serta ruas yang dinilai bisa menunjang arus perjalanan ekonomi. Yakni Area timur mencakup ruas Karas-Sidorejo, Sidorejo-Sedan, Sedan-Kragan, Sarang-Bonjor, Bonjor-Lodan, dan Lodan-Sedan.
Untuk wilayah tengah diantaranya mencakup Pamotan-Jape, Tireman-Jape, Pamotan-Gunem, Gambiran Pasucen, Gunem-Banyuurip, dan Japerejo-Bayuurip. Untuk wilayah barat ada ruas Sulang-Krikilan, Landoh-Seren, Sekararum-Seren, Sulang-Banyuurip, dan Krikilan-Sumber.
Rencana, lanjut Hafidz, pihaknya juga akan merambah untuk menangani permasalahan infrastruktur pada jalan antar desa. Namun, syaratnya jalan tersebut harus sudah memiliki Surat Keputusan (SK) Bupati.
Pihaknya mengakui, saat ini masih banyak jalan antar desa yang belum memiliki SK. Karena mempertimbangkan kemampuan keuangan. "Sekarang ini masih banyak jalan antar desa yang belum diberi SK bupati. Karena pertimbangan-pertimbangan kemampuan keuangan," ujarnya.
Meski demikian pihaknya tetap akan terus meningkatkan bagaimana jalan antar desa yang belum memiliki SK akan diberi SK. Dalam waktu lima tahun, kata dia, jalan antar desa sudah memiliki SK Bupati. "Sehingga mau tidak mau Kabupaten Rembang harus kenangani secara baik," imbuhnya. Editor : Ali Mustofa