Sejumlah bus keluar masuk di hotel tersebut. Mereka mengangkat pasien tanpa gejala yang ada di Rembang. Pantauan Jawa Pos Radar Kudus, ada dua bus mini. Dari kecamatan Rembang Kota dan Lasem. Sopirnya memakai baju hazmat. Demikian juga kernetnya.
Warga yang ada di dalam bus kemudian turun dan ditunjukkan kamar yang akan mereka tempati. Sebagian besar ruangan ada dua bed. Koper bawaan mereka juga dibawakan petugas yang memakai hazmat.
Ya, isolasi terpusat ini juga diikuti warga terkonfirmasi Covid-19 tanpa gejala lainnya. Namun, di Desa Sumberejo diizinkan tak mengikuti isolasi terpusat. Sebab, di sana pelaksanaan isolasi mandiri sudah dinilai baik dan memenuhi sejumlah kriteria yang diberikan.
Kepala Desa Sumberejo Slamet Mulyono menyebutkan ada 20 orang di 11 rumah yang sedang menjalani isolasi mandiri di desanya. Menurutnya, warga-warga tersebut sudah tidak keluyuran saat menjalani isolasi. Dari dawis juga sudah memberikan list. Untuk kebutuhan makan sehari-hari.
”Menolaknya (isolasi terpusat, Red) karena mereka (warga, Red) merasa nyaman isolasi di rumah,” katanya.
Masing-masing rumah dinilai layak untuk isolasi. Kamarnya terpisah. Sebagai kepala desa ia rutin melakukan pemeriksaan. Keputusan untuk tak mengikuti isolasi terpusat ini, kata dia, sudah disetujui oleh Satgas Penanganan Covid-19. Namun tetap ada peringatan agar isolasi berjalan tertib. Dengan pengawasan lingkungan dan pemantauan dari pihak desa.
Pemerintah desa setempat juga memberikan catatan kepada warga yang menjalani isolasi. Apabila mereka tak tertib, akan langsung diikutkan isolasi terpusat. Editor : Ali Mustofa