Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Panohan Muhammad Shofwan Zaim mengatakan ada rencana jangka pendek dan jangka panjang terkait pengembangan wisata di waduk Panohan.
Rencana pengembangan untuk jangka pendeknya, mendirikan kafe di sekitar sungai yang terdapat air grojogan. Tempat nongkrong itu direncanakan buka setelah lebaran nanti.
Di waduk Panohan juga dibangun beberapa fasilitas. Seperti gapura, MCK, Musala dan lain-lain.
Dari Jalan Sulang-Gunem, lokasi waduk Panohan masuk melewati gang sekitar 800 meter. Di persimpangan antara gang dan jalan menuju waduk Panohan sempat terdapat pos dan portal. Namun saat Jawa Pos Radar Kudus ke sana kemarin, pos tersebut sudah tak ada.
Di sebelah kiri jalan terdapat sungai dengan bebatuan. Namun kemarin air sedang surut. Sampai mendekati waduk, terdapat jalan menanjak. Disitulah terdapat perosotan air. Yang mirip air terjun itu. Yang langsung mengarah ke sungai dengan bebatuan tadi.
“untuk target cafe ini kami target ya setelah lebaran sudah berdiri dan aktif. Setelah kami bersihkan kemarin langsung kami hubungi beberapa tukang-tukangnya,” jelasnya.
Sementara, untuk pembangunan jangka panjang, waduk Panohan akan dikembangkan sebagai wisata air. Namun masih menunggu dari pihak perhutani. “Mungkin antara dua Minggu ini sudah jadi. Selanjutnya kami persiapan untuk operasional gimana jalannya kafe. Jadi lebaran targetnya kami sudah ada cage di Panohan,” imbuhnya. Editor : Ali Mustofa