RADAR KUDUS - Sebagai salah satu pusat kehidupan Muslim di kawasan Teluk, Dubai di Uni Emirat Arab (UEA) selalu menjadi rujukan penting dalam penentuan awal Ramadan.
Menjelang Ramadan 1447 Hijriah atau Ramadan 2026 Masehi, perhatian publik kembali tertuju pada kapan tepatnya ibadah puasa akan dimulai.
Hingga kini, pengumuman resmi dari otoritas terkait memang belum dirilis.
Namun, berdasarkan kalkulasi astronomi terbaru, data hisab, serta proyeksi visibilitas hilal, terdapat perkiraan kuat mengenai tanggal dimulainya puasa di wilayah UEA.
Baca Juga: 133 Titik Rukyatul Hilal untuk Pantauan Awal Ramadhan 1447 H
Perkiraan Awal Ramadan 2026 di Dubai
Berdasarkan analisis astronomi dan perhitungan falak yang dirilis sejumlah lembaga kajian langit di kawasan Arab, Ramadan 1447 H diprediksi dimulai pada:
Kamis, 19 Februari 2026
Tanggal tersebut dianggap sebagai kemungkinan paling rasional untuk hari pertama puasa di Dubai dan wilayah Uni Emirat Arab secara umum.
Estimasi ini lahir dari penghitungan posisi bulan, sudut elongasi, serta peluang keterlihatan hilal saat matahari terbenam di wilayah Teluk.
Meski demikian, penting dipahami bahwa angka tersebut masih bersifat prediktif. Penetapan resmi tetap menunggu hasil pengamatan langsung hilal oleh otoritas berwenang di UEA.
Baca Juga: Ini Bacaan Niat Puasa Ramadan 1447 H Lengkap Arab-Latin-Arti
Mengapa Diprediksi 19 Februari 2026?
Penentuan awal Ramadan tidak semata-mata mengikuti kalender Masehi. Sistem yang digunakan mengacu pada kalender Hijriah yang berbasis peredaran bulan.
Para ahli astronomi memperkirakan:
-
Ijtimak (konjungsi) terjadi menjelang 18 Februari 2026.
-
Pada petang 18 Februari, hilal memiliki peluang lebih besar untuk dapat teramati dibandingkan sehari sebelumnya.
-
Pada 17 Februari, posisi bulan dinilai masih terlalu rendah sehingga peluang terlihat secara kasat mata sangat kecil.
Dengan asumsi hilal dapat terlihat pada petang 18 Februari setelah matahari terbenam, maka 19 Februari 2026 akan menjadi hari pertama Ramadan.
Namun jika hilal tidak teramati, maka bulan Sya’ban akan digenapkan menjadi 30 hari, sehingga awal puasa bisa bergeser satu hari berikutnya.
Prosedur Resmi Penetapan Awal Ramadan di UEA
Walaupun ilmu astronomi mampu memberikan gambaran akurat mengenai posisi bulan, keputusan final tetap berada di tangan otoritas resmi.
Di UEA, proses ini dilakukan oleh UAE Moon-Sighting Committee, komite khusus yang bertugas menerima laporan rukyat dari berbagai titik pengamatan.
Mereka mengevaluasi hasil observasi berdasarkan standar syariat dan kriteria visibilitas yang berlaku di negara tersebut.
Sidang penetapan biasanya dilaksanakan menjelang Maghrib pada tanggal 29 Sya’ban.
Setelah pengamatan dilakukan, hasilnya segera diumumkan melalui media nasional dan kanal resmi pemerintah.
Dengan demikian, masyarakat tetap harus menunggu pengumuman final, meskipun prediksi astronomi telah tersedia lebih awal.
Baca Juga: Niat Mandi Wajib Sebelum Puasa Ramadan dan Tata Cara yang Benar Menurut Syariat
Gambaran Umum Ramadan 2026 di Dubai
Apabila 19 Februari 2026 ditetapkan sebagai 1 Ramadan 1447 H, maka sejumlah gambaran berikut bisa diperkirakan:
Hari Pertama Puasa
Kamis, 19 Februari 2026
Durasi Ramadan
Ramadan berlangsung selama 29 atau 30 hari, tergantung hasil rukyat menjelang akhir bulan.
Jadwal Sahur dan Iftar
Waktu imsak dan berbuka akan berubah setiap hari mengikuti pergeseran waktu terbit dan terbenam matahari di Dubai. Otoritas Islam setempat biasanya merilis jadwal lengkap beberapa hari sebelum Ramadan dimulai.
Perkiraan Hari Raya Idul Fitri 2026
Jika Ramadan berlangsung selama 29 hari, maka Idul Fitri diperkirakan jatuh pada:
Jumat, 20 Maret 2026
Jika bulan digenapkan menjadi 30 hari, maka Hari Raya kemungkinan dirayakan pada:
Sabtu, 21 Maret 2026
Penetapan resmi Idul Fitri juga akan mengikuti prosedur rukyatul hilal yang sama seperti awal Ramadan.
Mengapa Tanggal Awal Puasa Bisa Berbeda dengan Negara Lain?
Meski banyak negara kemungkinan memulai puasa pada tanggal yang sama, perbedaan tetap bisa terjadi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor:
-
Perbedaan lokasi geografis yang memengaruhi visibilitas hilal.
-
Perbedaan metode penentuan: ada yang mengutamakan rukyat lokal, rukyat global, atau kombinasi hisab dan rukyat.
-
Perbedaan kriteria minimal ketinggian dan elongasi hilal.
Perbedaan ini merupakan dinamika fiqhiyah yang telah lama dikenal dalam tradisi Islam, dan bukan bentuk pertentangan.
Ramadan di Dubai: Atmosfer Spiritual dan Sosial
Di Dubai dan seluruh UEA, Ramadan bukan hanya momentum ibadah personal, tetapi juga peristiwa sosial yang kuat.
Beberapa tradisi yang biasanya terlihat antara lain:
-
Penyesuaian jam kerja resmi untuk menghormati waktu ibadah.
-
Meningkatnya kegiatan berbuka puasa bersama di masjid, hotel, dan ruang publik.
-
Aktivitas filantropi dan distribusi makanan gratis bagi masyarakat yang membutuhkan.
-
Partisipasi aktif komunitas ekspatriat Muslim yang hidup berdampingan dengan warga lokal.
Ramadan juga menjadi ruang perjumpaan budaya. Tradisi iftar tidak hanya mempertemukan keluarga, tetapi juga lintas komunitas dalam suasana kebersamaan.
Hal yang Perlu Diperhatikan Umat Muslim di UEA
-
Tanggal resmi awal Ramadan hanya ditetapkan melalui pengumuman komite hilal.
-
Prediksi astronomi membantu perencanaan, tetapi bukan keputusan final.
-
Pantau pengumuman resmi menjelang 17–18 Februari 2026.
-
Persiapkan kebutuhan ibadah, jadwal kerja, dan agenda keluarga sejak awal.
Ringkasan
Puasa Ramadan 1447 H di Dubai dan wilayah Uni Emirat Arab diperkirakan dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026, berdasarkan kalkulasi astronomi terbaru mengenai posisi hilal.
Namun, kepastian tetap menunggu hasil rukyatul hilal oleh otoritas resmi UEA.
Jika tanggal tersebut ditetapkan sebagai awal Ramadan, maka Idul Fitri kemungkinan dirayakan pada 20 atau 21 Maret 2026, tergantung jumlah hari puasa.
Karena itu, umat Muslim di Dubai disarankan terus memantau pengumuman resmi dan mulai menyiapkan diri menyambut bulan suci dengan kesiapan spiritual, fisik, dan sosial.
Ramadan bukan hanya tentang hitungan tanggal—ia adalah perjalanan menuju kedewasaan jiwa.
Editor : Mahendra Aditya