Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Menuju Wukuf Arafah, Jamaah Haji Indonesia Diimbau Jaga Kesehatan dan Disiplin

Mahendra Aditya Restiawan • Selasa, 26 Mei 2026 | 05:41 WIB
Ilustrasi rangkaian ibadah haji di Kabah. (Gemini AI)
Ilustrasi rangkaian ibadah haji di Kabah. (Gemini AI)

RADAR KUDUS - Puncak ibadah haji 1447 Hijriah resmi dimulai. Jamaah haji Indonesia diberangkatkan secara bertahap dari hotel masing-masing menuju Arafah pada Senin, 25 Mei 2026, bertepatan dengan 8 Dzulhijjah 1447 H.

Pergerakan menuju Arafah ini menjadi awal rangkaian Armuzna, yaitu prosesi inti ibadah haji yang meliputi wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan lontar jumrah di Mina.

Kementerian Haji dan Umrah memastikan proses keberangkatan jamaah dilakukan secara terjadwal guna menjaga ketertiban dan keselamatan selama fase paling krusial dalam pelaksanaan ibadah haji.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Ulfa Assegaf, menjelaskan bahwa jamaah diberangkatkan dalam tiga gelombang waktu berbeda, yakni pukul 07.00, 11.30, dan 16.30 waktu Arab Saudi.

“Fase Armuzna membutuhkan kesiapan fisik, mental, serta kedisiplinan jamaah agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta.

Pemerintah mengingatkan jamaah agar tidak berangkat sendiri dan tetap mengikuti arahan petugas kloter maupun sektor.

Langkah ini dilakukan untuk menghindari kepadatan serta mempermudah pengawasan di lapangan.

Selain kesiapan teknis, jamaah juga diminta menjaga ketentuan ihram selama menjalankan ibadah.

Larangan menggunakan wewangian, menjaga perilaku, serta menjaga lisan kembali diingatkan sebagai bagian penting dalam kesempurnaan ibadah haji.

Cuaca ekstrem di Arab Saudi turut menjadi perhatian utama. Otoritas haji meminta jamaah memperhatikan kondisi kesehatan dengan memperbanyak konsumsi air putih, cukup istirahat, serta menghindari aktivitas berlebihan di bawah terik matahari.

Jamaah juga dianjurkan menggunakan payung, masker, dan alas kaki yang nyaman selama menjalani prosesi Armuzna.

Bagi jamaah dengan riwayat penyakit tertentu, obat pribadi diminta selalu dibawa selama perjalanan ibadah.

Untuk memperkuat layanan kesehatan, pemerintah Indonesia menyiagakan Pos Kesehatan Indonesia di kawasan Arafah dan Mina.

Selain itu, ratusan petugas Satgas Arafah ditempatkan di sejumlah titik guna membantu kebutuhan jamaah, mulai dari layanan transportasi, konsumsi, hingga bimbingan ibadah.

Berdasarkan data Kementerian Agama RI, fase Armuzna memang menjadi periode paling penting sekaligus paling berat dalam penyelenggaraan ibadah haji karena tingginya mobilitas jamaah dan kondisi cuaca yang panas.

Sementara itu, Pemerintah Arab Saudi melalui Kementerian Haji dan Umrah juga meningkatkan pengamanan serta layanan transportasi untuk memastikan kelancaran jutaan jamaah dari berbagai negara selama wukuf di Arafah.

Majelis Ulama Indonesia turut mengajak jamaah memanfaatkan momentum wukuf di Arafah untuk memperbanyak doa dan refleksi diri.

Wukuf dikenal sebagai puncak ibadah haji yang memiliki keutamaan besar dalam Islam.

Dengan dimulainya fase Armuzna, seluruh jamaah diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan tertib, sehat, dan khusyuk hingga seluruh rangkaian haji selesai dilaksanakan.

Editor : Mahendra Aditya
#Armuzna #jamaah haji Indonesia #puncak haji 2026 #haji 1447 Hijriah #wukuf arafah