RADAR KUDUS – Setiap makhluk hidup diciptakan dengan bentuk dan kemampuan yang selaras dengan kebutuhan hidupnya.
Hewan, meski tidak dibekali akal seperti manusia, memiliki naluri yang membuat mereka mampu bertahan, mencari makan, dan menjaga keselamatan diri secara alami.
Dalam Al-Qur'an, Allah menegaskan bahwa setiap makhluk diberi petunjuk sesuai kebutuhannya.
Artinya: “Dan tidak ada seekor binatang pun di bumi melainkan Allah yang memberi rezekinya dan mengetahui tempat berdiamnya serta tempat penyimpanannya.” (QS. Hud: 6)
Ayat lain menyebutkan: “Yang telah menciptakan lalu menyempurnakan (ciptaan-Nya), dan yang menentukan kadar (masing-masing) lalu memberi petunjuk.” (QS. Al-A’la: 2–3)
Desain Mulut yang Selaras dengan Cara Makan
Coba amati hewan pemakan rumput di padang gembalaan.
Mulut mereka cenderung mengarah ke bawah, memudahkan untuk meraih rumput dan dedaunan yang tumbuh dekat permukaan tanah.
Bentuk ini sangat berbeda dengan manusia yang harus menunduk atau menggunakan tangan untuk mengambil makanan.
Jika mulut hewan dibuat seperti mulut manusia, tentu mereka akan kesulitan makan.
Mereka mungkin membutuhkan alat bantu, sesuatu yang jelas tidak mungkin bagi makhluk yang tidak memiliki tangan seperti manusia.
Karena itu, bentuk fisik mereka telah disesuaikan sejak awal agar mampu bertahan hidup tanpa kesulitan.
Insting Memilih Makanan yang Bermanfaat
Tidak hanya bentuk tubuh, hewan juga diberi naluri untuk memilih makanan yang tepat.
Banyak hewan dapat membedakan mana tumbuhan yang layak dimakan dan mana yang berbahaya.
Tanpa sekolah, tanpa pengalaman panjang, mereka langsung mampu menghindari makanan yang beracun atau tidak bermanfaat.
Naluri ini menjadi perlindungan alami bagi kehidupan mereka. Tanpa kemampuan tersebut, banyak hewan mungkin akan mati karena salah memilih makanan.
Namun kenyataannya, sebagian besar mampu bertahan dan berkembang biak di alam liar.
Fenomena ini menjadi pelajaran penting bagi manusia.
Jika hewan tanpa akal diberi kemampuan memilih yang bermanfaat, maka manusia yang memiliki akal seharusnya lebih mampu memilih hal yang baik dalam kehidupan, baik dalam makanan, perilaku, maupun keputusan hidup.
Naluri pada hewan mengajarkan bahwa keselamatan adalah bagian dari fitrah makhluk hidup.
Sementara manusia diberi tambahan berupa akal dan wahyu untuk menyempurnakan pilihan hidupnya.
Melalui bentuk mulut yang tepat dan naluri memilih makanan, tampak bahwa keselamatan hewan telah diatur sejak awal penciptaannya.
Semua berjalan dalam sistem yang rapi dan penuh hikmah, menjadi tanda kebesaran Sang Pencipta bagi siapa pun yang mau merenung. (top)
Editor : Ali Mustofa