Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Rahasia Gerakan Wudhu: Membasuh Telinga, Sunnah Nabi dengan Hikmah Medis

Ali Mustofa • Kamis, 29 Januari 2026 | 10:59 WIB
caption

RADAR KUDUS - Dalam keseharian yang serba cepat, perhatian terhadap kebersihan tubuh kerap hanya terfokus pada bagian-bagian yang tampak jelas.

Padahal, ada sejumlah anggota tubuh yang perannya sangat vital, namun sering luput dari perhatian, salah satunya telinga.

Organ pendengaran ini tidak hanya berfungsi menangkap suara, tetapi juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan tubuh.

Ketika kebersihannya diabaikan, berbagai gangguan kesehatan bisa muncul tanpa disadari.

Islam, sebagai agama yang menempatkan kebersihan sebagai bagian dari iman, telah mengajarkan perhatian detail terhadap perawatan tubuh sejak berabad-abad lalu.

Melalui wudhu, umat muslim dibimbing untuk membersihkan anggota tubuh tertentu secara rutin, termasuk telinga.

Aktivitas bersuci ini tidak sekadar menjadi syarat sah ibadah, tetapi juga mengandung pesan mendalam tentang pentingnya menjaga kesehatan jasmani.

Dari praktik sederhana membasuh telinga saat wudhu, tersimpan hikmah besar yang relevan dengan kehidupan modern.

Air yang mengalir bukan hanya menyempurnakan ibadah, tetapi juga menjadi sarana pembersihan alami yang melindungi tubuh dari berbagai gangguan kesehatan.

Di sinilah terlihat bagaimana ajaran Islam menghadirkan keseimbangan antara nilai spiritual dan kebutuhan fisik, menjadikan ibadah sebagai jalan menuju kebersihan, kesehatan, dan ketenangan hidup secara menyeluruh.

Membasuh Telinga, Merawat Kebersihan dan Kesehatan

Dalam aktivitas harian, perhatian terhadap kebersihan telinga sering kali terabaikan.

Padahal, bagian tubuh ini memiliki peran vital, tidak hanya sebagai indera pendengaran, tetapi juga sebagai penopang keseimbangan tubuh.

Islam, melalui tuntunan wudhu, mengajarkan pentingnya merawat telinga dengan cara membasuhnya secara rutin sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan dan kesehatan.

Membasuh kedua telinga saat berwudhu bukan sekadar rangkaian ritual ibadah.

Air yang mengalir membantu membersihkan debu, kotoran, dan sisa-sisa zat lilin alami yang menempel di permukaan telinga.

Jika kotoran ini dibiarkan menumpuk, tidak hanya dapat mengganggu fungsi pendengaran, tetapi juga berisiko menimbulkan peradangan.

Dalam kondisi tertentu, peradangan tersebut bisa menjalar ke bagian telinga dalam yang berperan penting dalam mengatur keseimbangan tubuh.

Dengan demikian, praktik membasuh telinga memiliki manfaat ganda.

Selain menyempurnakan wudhu sebagai ibadah, kebiasaan ini juga menjadi langkah preventif untuk menjaga kesehatan telinga dan kestabilan tubuh.

Islam pun kembali menunjukkan bahwa ajaran bersuci tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga mengandung hikmah kesehatan yang relevan dengan kebutuhan manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Hikmah Medis dan Perlindungan dari Infeksi

Dari sudut pandang kesehatan, area kulit di belakang telinga termasuk bagian tubuh yang cukup rentan terhadap gangguan kebersihan.

Kondisi lembap dan jarang dibersihkan membuat bagian ini mudah menjadi tempat berkembangnya jamur, yang kerap menimbulkan bau tidak sedap.

Masalah tersebut bersifat umum dan dapat dialami oleh siapa saja, baik pria maupun wanita, meskipun pada wanita risikonya cenderung lebih besar karena faktor aktivitas dan penggunaan produk perawatan tubuh.

Menariknya, kebiasaan membasuh telinga secara rutin saat berwudhu dinilai mampu memberikan perlindungan alami terhadap gangguan tersebut.

Wanita muslimah yang menjaga shalat lima waktu, dengan disiplin membersihkan telinga setiap kali berwudhu, cenderung lebih terjaga kebersihan area tersebut.

Air yang mengalir secara teratur membantu mencegah penumpukan kotoran dan mengurangi risiko tumbuhnya jamur maupun bakteri.

Fakta ini menunjukkan bahwa ajaran Islam tentang bersuci tidak hanya berdimensi ibadah semata.

Praktik wudhu yang dilakukan secara konsisten membawa dampak nyata bagi kesehatan tubuh.

Ibadah dan ikhtiar medis pun berjalan beriringan, membuktikan bahwa syariat Islam sarat dengan nilai-nilai preventif yang relevan bagi kehidupan modern.

Dari kebiasaan sederhana itulah, tubuh terjaga kesehatannya, sementara jiwa tetap terhubung dengan nilai-nilai spiritual.

Wudhu dan Perawatan Tubuh dalam Islam

Dalam ajaran Islam, wudhu tidak hanya dipahami sebagai syarat sah ibadah, tetapi juga sebagai sarana merawat kebersihan tubuh secara menyeluruh.

Salah satu bagian yang mendapat perhatian adalah telinga.

Membasuh telinga merupakan bagian dari kesempurnaan wudhu sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah SAW dalam tuntunan bersuci.

Rasulullah SAW bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian berwudhu, hendaklah ia memasukkan air ke telinganya dan mengeluarkannya, serta memasukkan air ke hidung dan mengeluarkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut menegaskan bahwa menjaga kebersihan telinga bukan sekadar kebiasaan, melainkan bagian dari ibadah yang memiliki nilai sunnah sekaligus hikmah kesehatan.

Dengan membasuh telinga secara rutin, kotoran dan debu yang menempel dapat dibersihkan, sehingga kesehatan pendengaran lebih terjaga dan risiko infeksi dapat diminimalkan.

Praktik sederhana ini menjadi contoh nyata bagaimana Islam memadukan dimensi spiritual dengan kebutuhan jasmani.

Wudhu yang dilakukan secara konsisten menghadirkan manfaat ganda bagi seorang muslim: tubuh yang bersih dan sehat, serta pahala ibadah yang terus mengalir.

Kebersihan telinga, meskipun terlihat sepele, sesungguhnya mencerminkan kepedulian terhadap diri sendiri dan menjadi bukti bahwa syariat Islam mengajarkan keseimbangan antara kesehatan fisik dan ketenangan rohani dalam kehidupan sehari-hari. (top)

Editor : Ali Mustofa
#telinga #bakteri #kesehatan #wudhu #islam #ibadah