RADAR KUDUS – Bersedekah adalah cara umat Islam untuk berbagi kepada yang berhak mendapatkan. Orang yang berhak menerima sedekah menurut Islam adalah mereka yang mengalami kesulitan dan kekurangan.
Secara umum, urutan penerima sedekah yang utama adalah: keluarga terdekat (orang tua, istri, anak, dan saudara).
Kemudian dilanjutkan kepada orang yang membutuhkan bantuan, seperti fakir, miskin, anak yatim, orang yang berutang, dan orang yang sedang dalam perjalanan (ibnu sabil).
Berikut penjelasannya:
- Keluarga Terdekat:
Bersedekah kepada keluarga, terutama istri, anak, dan orang tua, adalah prioritas utama karena mereka memiliki hubungan yang lebih dekat dan kewajiban untuk menafkahinya, menurut detikcom.
- Fakir dan Miskin:
Mereka yang tidak memiliki harta atau penghasilan cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar hidupnya berhak menerima sedekah, kata Rumah Zakat.
- Anak Yatim:
Anak-anak yang kehilangan salah satu atau kedua orang tuanya membutuhkan perhatian dan dukungan khusus, termasuk bantuan finansial.
- Orang yang Berutang:
Mereka yang kesulitan membayar utang juga berhak menerima sedekah agar beban mereka dapat diringankan.
- Orang yang Perjalanan (Ibnu Sabil):
Mereka yang sedang melakukan perjalanan dan membutuhkan bantuan karena tidak memiliki bekal atau kesulitan mendapatkan makanan, juga berhak menerima sedekah.
- Orang yang Membutuhkan Bantuan Mendesak:
Dalam situasi tertentu, seperti bencana alam atau musibah, ada orang-orang yang membutuhkan bantuan mendesak, dan mereka juga berhak menerima sedekah.
Menurut pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Sunan Drajat Lamongan KH Abdul Ghofur sedekah itu dapat membentengi kita dari kerugian ekonomi.
Misalnya saat usaha yang dijalankan sedang mengalami kerugian dapat diatasi dengan sedekah.
Kiai keturunan Sunan Drajat ini mengatakan, dari awal niat sedekah ini bukan untuk mencari pahala akhirat. Sedekah itu, katanya, diniati untuk kepentingan dunia dengan menyebutkan secara jelas kepentingan tersebut.
Secara sederhananya KH Ghofur mengajari niat secara jelas, ”Ya Allah kulo sedekah boten golek ganjaran akhirat. Kulo sedekah kersane usaha boten rugi utawa bangkrut,”.
Versi Indonesia, (Ya Allah saya bersedekah tidak mencari pahala akhirat. Saya bersedekah untuk usaha saya agar tidak bangkrut).
Niat sedekah untuk perkara dunia ini juga bisa dilakukan untuk kepentingan dunia yang lain. Misalnya untuk menghilangkan penyakit yang lama tidak sembuh.
Dia juga mencontohkan misalnya juga untuk melepaskan diri dari belenggu hutang. Bisa juga dengan jalan bersedekah.
Contoh yang lain juga dicontohkan seperti untuk mencegah rumah agar tidak kemalingan, untuk mengejar kekayaan, dan masih banyak tujuan dunia lainnya.
Namun, KH Ghofur mengharuskan sedekah kepada yang benar-benar membutuhkan.
Jangan sampai, misalnya bersedekah makanan tapi diberikan kepada orang yang kaya. Sedangkan orang-orang yang kekurangan tidak mendapatkan. Semoga bermanfaat. (*/him)
Editor : Mahendra Aditya