Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mengenal Mbah Cungkrung, Seorang Sufi Penyebar Islam Asal Gambiran Pati yang Disebut Berguru kepada Sunan Muria

Andre Faidhil Falah • Jumat, 21 Maret 2025 | 21:31 WIB

 

SERBA HIJAU: Pengguna jalan melintasi Masjid Gambiran kemarin.    
SERBA HIJAU: Pengguna jalan melintasi Masjid Gambiran kemarin.  

MBAH Cungkrung dikenal sebagai seorang ulama tasawuf yang berperan penting dalam penyebaran Islam di Kabupaten Pati.

Diperkirakan, Mbah Cungkrung hidup sekitar tahun 1500-an hingga awal 1600-an.

Ia disebut berguru kepada Sunan Muria sebelum kemudian menetap di Dukuh Gambiran untuk menggembala dan menyebarkan ajaran Islam.

Bukti keberadaannya dapat dilihat dari Masjid Baiturrohim serta beberapa makam kuno yang masih ada di sekitar lokasi tersebut. 

Masjid Baiturrohim sendiri telah tercatat sebagai salah satu situs cagar budaya dan diyakini sebagai masjid tertua di Kabupaten Pati.

Masjid ini berperan sebagai pusat dakwah Islam di Pati sebelum akhirnya berdiri Masjid Agung Baitunnur di pusat kota. 

Salah satu anggota Yayasan Baiturrohim Gambiran, Amal Hamzah, menyebutkan bahwa Masjid Gambiran adalah tempat pertama penyebaran Islam di Kabupaten Pati sebelum pusat dakwah dipindahkan ke Alun-alun Pati. 

"Beliau diperkirakan hidup sekitar 1500-an hingga awal 1600-an. Masjid Gambiran ini menjadi titik awal penyebaran Islam di Kabupaten Pati sebelum akhirnya dipusatkan di Alun-alun," ujarnya. 

Di sekitar Masjid Baiturrohim, terdapat beberapa makam yang diperkirakan telah ada sejak abad ke-16 hingga abad ke-18.

Makam-makam ini menjadi bukti bahwa kawasan tersebut merupakan salah satu pusat penyebaran Islam di Pati pada masa lalu. 

"Di kompleks masjid ini ada tujuh makam. Salah satunya adalah makam Mbah Cungkrung yang terletak di samping masjid. Selain itu, ada makam Mbah Soleh yang namanya diabadikan sebagai Jalan Kiai Soleh, Mbah Hendro yang merupakan putra Mbah Mutamakkin, serta Mbah Murtomo, seorang pembesar yang berhubungan dengan Pangeran Diponegoro," jelas Amal Hamzah. 

Keberadaan makam-makam ini selaras dengan teori penyebaran Islam di Indonesia, di mana para ulama dan tokoh Islam biasanya dimakamkan di dekat masjid.

Hal serupa juga ditemukan dalam sejarah Islam di Kudus dan Demak. 

"Tradisi ini mengikuti jejak Nabi Muhammad yang juga dimakamkan di samping masjid. Sehingga, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah tetapi juga pusat penyebaran Islam," tambahnya. 

Meskipun Masjid Baiturrohim Gambiran diyakini sebagai salah satu peninggalan awal peradaban Islam di Kabupaten Pati, bangunannya kini telah mengalami banyak perubahan.

Seiring berjalannya waktu, struktur aslinya tidak lagi ditemukan, karena telah mengalami renovasi besar-besaran. 

Kendati demikian, nilai sejarah dan peran masjid ini sebagai pusat dakwah Islam di Pati tetap diakui.

Hingga kini, Masjid Baiturrohim Gambiran masih menjadi salah satu saksi bisu perkembangan Islam di daerah tersebut. (adr)

Editor : Ali Mustofa
#Penyebaran Islam #sunan muria #sufi #pati #tasawuf #dakwah #Mbah Cungkrung