Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Lulus S2 Unesa dengan IPK 4,00, Fatimatuz Ciptakan Inovasi Pembelajaran Berbasis AR

Iwan Arfianto • Rabu, 1 Juli 2026 | 20:10 WIB
Fatimatuz Zahro (tengah) dan keluarga. Foto: Universitas Negeri Surabaya
Fatimatuz Zahro (tengah) dan keluarga. Foto: Universitas Negeri Surabaya

 

Surabaya - Mengukir prestasi akademik tertinggi di jenjang pascasarjana bukanlah perkara mudah, terlebih di bidang sains.

Namun, dedikasi luar biasa berhasil ditunjukkan oleh Fatimatuz Zahro, wisudawan Program S2 Pendidikan Sains, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Ia resmi menyandang gelar magister dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00.

Kunci keberhasilan Fatimatuz terletak pada keseriusannya meneliti media pembelajaran masa depan.

Melalui tesisnya, ia menciptakan sebuah perangkat inovatif bernama Fazar Alira, sebuah ekosistem belajar modern yang mengawinkan teknologi Augmented Reality (AR) dengan Virtual Laboratory untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

"Melalui simulasi digital ini, siswa dapat mengamati secara langsung proses penyempitan pembuluh darah akibat akumulasi lemak secara visual tanpa memerlukan fasilitas laboratorium fisik yang mahal," ujar Fatimatuz, dikutip dari laman resmi Unesa, Rabu (1/7/2026).

Bongkar Materi Rumit Tanpa Lab Mahal

Inovasi Fazar Alira besutan Fatimatuz ini berfokus pada materi sistem peredaran darah manusia.

Menggunakan pendekatan interdisipliner, ia berhasil menggabungkan konsep biologi anatomi dengan prinsip-prinsip fisika murni, seperti mekanika tekanan dan resistensi pada pembuluh darah.

Kehadiran teknologi AR ini menjadi solusi konkret bagi sekolah-sekolah yang keterbatasan alat peraga.

Pencapaian membanggakan ini ia persembahkan sepenuhnya untuk sang ayah, sosok yang diakui Fatimatuz telah melakukan pengorbanan luar biasa demi membiayai pendidikan tinggi dirinya beserta saudara-saudaranya.

Penggerak Literasi Riset Lewat "Genta Sains"

Fatimatuz bukan sekadar mahasiswa yang mengurung diri di perpustakaan.

Jiwa sosial dan kepemimpinannya terbukti lewat pendirian Gerakan Inovator Sains Nusantara (Genta Sains), sebuah lembaga pelatihan riset yang ia rintis sejak 8 bulan lalu.

Meski tergolong baru, Genta Sains telah berhasil menjaring lebih dari 200 anggota aktif yang terdiri dari lintas generasi, mulai dari siswa sekolah hingga guru-guru di wilayah Jawa Timur.

Di lembaga ini, Fatimatuz memfasilitasi:

Produktif Mengabdi: Kantongi 7 HKI dan Belasan Jurnal

Kecintaan Fatimatuz pada dunia akademik tercermin jelas dari portofolio karyanya yang luar biasa selama berkuliah di Unesa.

Di usianya yang masih muda, ia telah mencatatkan rekam jejak publikasi yang masif:

Jenis Karya Ilmiah / Jurnal Jumlah
Publikasi Ilmiah Jurnal Nasional Terakreditasi 13 Karya
Makalah Konferensi Internasional (Proceeding) 5 Karya
Buku Ber-ISBN 5 Judul
Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Terdaftar 7 Buah

Target Fatimatuz selanjutnya adalah melegalkan Genta Sains menjadi lembaga resmi berbadan hukum agar daya jangkaunya dalam membantu guru-guru di pelosok daerah semakin luas.

"Riset dan inovasi harus terus berjalan sebagai instrumen evaluasi utama untuk memajukan kualitas pendidikan sains di Indonesia secara berkelanjutan," pungkasnya mantap.

Editor : Iwan Arfianto
#unesa #IPK 4.00 #augmented reality #Fatimatuz Zahro #inovasi pembelajaran