Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Integritas Seleksi Dipertaruhkan: SNPMB Perketat Pengawasan UTBK di Prodi Kedokteran

Ghina Nailal Husna • Jumat, 24 April 2026 | 21:50 WIB
Ilustrasi kecurangan ujian
Ilustrasi kecurangan ujian

 

RADAR KUDUS – Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dalam kerangka Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun ini memasuki babak baru dengan pengawasan yang jauh lebih intensif. Langkah ini diambil bukan tanpa alasan.

Panitia pusat memberikan atensi khusus terhadap para peserta yang memilih Program Studi (Prodi) Kedokteran dan Kedokteran Gigi, menyusul evaluasi mendalam terhadap pola kecurangan yang terjadi pada periode sebelumnya.

Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Eduart Wolok, membeberkan fakta mengejutkan terkait dinamika kecurangan di tahun lalu.

Baca Juga: Seleksi CPNS 2026 Dibuka Juni? Ini Penjelasannya

Berdasarkan data yang dihimpun, mayoritas pelanggaran berat—termasuk penggunaan jasa joki dan alat bantu elektronik—terkonsentrasi pada pilihan prodi medis. 

"Temuan kami menunjukkan angka yang sangat signifikan. Sekitar 99% kasus kecurangan pada pelaksanaan tahun lalu terjadi pada kelompok peserta yang memilih program studi Kedokteran dan Kedokteran Gigi," ungkap Eduart dalam keterangannya.

Menanggapi tingginya angka anomali tersebut, panitia SNPMB melakukan penyesuaian strategi pada pelaksanaan tahun ini.

Fokus pengawasan diperketat secara drastis sejak hari pertama dan kedua ujian. Salah satu kebijakan strategis yang diambil adalah memprioritaskan jadwal ujian bagi peserta peminat prodi kedokteran di sesi-sesi awal.

Langkah antisipatif ini bertujuan untuk memutus rantai potensi kebocoran pola soal atau celah kecurangan yang kerap dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Pengawasan di lokasi ujian kini melibatkan pengecekan fisik yang lebih ketat, penggunaan detektor logam, hingga pemantauan aktivitas digital yang lebih canggih untuk mendeteksi perangkat tersembunyi.

Kebijakan pengetatan ini sejatinya merupakan implementasi langsung dari arahan pemerintah untuk menjaga marwah institusi pendidikan tinggi.

Mengingat kedokteran adalah bidang yang berkaitan langsung dengan keselamatan nyawa manusia, kualitas input mahasiswa sejak tahap seleksi menjadi hal yang bersifat non-negosiasi.

Baca Juga: Persiapan Menuju Pelaminan: Syifa Hadju Gelar Pengajian

"Kami berkomitmen penuh untuk menciptakan ekosistem seleksi yang adil dan transparan. Integritas proses ini adalah harga mati agar hasil UTBK benar-benar mencerminkan kemampuan akademis yang jujur dari setiap peserta," tambah Eduart.

Melalui pengawasan berlapis ini, diharapkan praktik perjudian masa depan melalui jasa joki dapat ditekan habis.

SNPMB juga mengimbau kepada seluruh peserta untuk percaya pada kemampuan diri sendiri dan tidak tergiur oleh tawaran pihak mana pun yang menjanjikan kelulusan dengan cara instan namun ilegal. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
#Kecurangan Seleksi #Prodi Kedokteran #Joki Ujian #Integritas Akademik #UTBK SNBT