RADAR KUDUS - Menjelang bergulirnya Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026, Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menjadi magnet bagi ribuan calon mahasiswa.
Namun, di balik ketatnya persaingan pada program studi populer, terdapat sejumlah jurusan jenjang S1 dan D4 yang tercatat memiliki peminat relatif rendah.
Data ini menjadi referensi strategis bagi pendaftar untuk memperbesar peluang lolos ke kampus kerakyatan tersebut.
Berdasarkan analisis data peminat SNBP 2024 dan proyeksi daya tampung 2025, tren "sepi peminat" ini tersebar di berbagai rumpun ilmu, mulai dari sains murni, teknik, pertanian, hingga humaniora.
Rendahnya angka pendaftar pada jurusan-jurusan tersebut disinyalir karena kurangnya paparan informasi mengenai prospek karier, meski secara akademis memiliki keilmuan yang luas.
Rumpun Pertanian dan Perikanan: Peluang Terbuka Lebar
Sektor pangan dan sumber daya air menawarkan rasio kelulusan yang cukup kompetitif. Program studi S1 Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, misalnya, tercatat hanya diminati oleh 56 orang dengan ketersediaan 9 kursi.
Baca Juga: SNBP 2026 UNNES: Daya Tampung, Cara Daftar dan Jadwal Lengkap
Kondisi serupa terlihat pada bidang perikanan dan perlindungan tanaman:
-
S1 Teknologi Hasil Perikanan: 63 peminat (23 kursi).
-
S1 Manajemen Sumberdaya Akuatik: 72 peminat (23 kursi).
-
S1 Akuakultur: 77 peminat (23 kursi).
-
S1 Proteksi Tanaman: 83 peminat (23 kursi).
-
S1 Mikrobiologi Pertanian: 92 peminat (11 kursi)
Eksakta dan Rekayasa: Minim Pendaftar di Tengah Revolusi Industri
Meskipun bidang teknik dan sains murni identik dengan prospek masa depan, beberapa prodi di UGM justru mencatatkan peminat di bawah 150 orang. Hal ini menjadi celah bagi siswa berprestasi di bidang sains:
-
S1 Fisika: 97 peminat (21 kursi).
-
S1 Teknik Sumber Daya Air: 98 peminat (15 kursi).
-
S1 Geofisika: 109 peminat (21 kursi).
-
S1 Teknik Pertanian: 141 peminat (27 kursi).
-
S1 Elektronika dan Instrumentasi: 145 peminat (27 kursi).
-
D4 Teknologi Rekayasa Instrumentasi & Kontrol: 89 peminat (22 kursi).
Humaniora dan Kewilayahan: Pilihan Realistis
Di sektor sosial dan bahasa, prodi S1 Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa menjadi yang paling sedikit dilirik dengan hanya 69 peminat untuk 14 kursi.
Disusul oleh S1 Sejarah dengan 73 peminat untuk 15 kursi. Sementara itu, S1 Pembangunan Wilayah (116 peminat) dan S1 Bahasa dan Kebudayaan Jepang (141 peminat) melengkapi daftar jurusan yang memiliki persaingan relatif longgar.
Analisis Strategi Pemilihan Jurusan
Pengamat pendidikan menyarankan agar calon mahasiswa tidak hanya terpaku pada popularitas program studi.
Perbandingan antara jumlah pendaftar tahun lalu dan daya tampung saat ini dapat dijadikan instrumen kalkulasi yang lebih realistis.
"Memanfaatkan data jurusan sepi peminat adalah strategi cerdas untuk meningkatkan peluang diterima di PTN papan atas, selama pilihan tersebut tetap selaras dengan minat dan kemampuan akademik siswa," tulis laporan tersebut.
Meski memiliki angka persaingan yang rendah, jurusan-jurusan di UGM ini tetap menjamin kualitas pendidikan berstandar internasional dan peluang karier yang menjanjikan di berbagai sektor industri maupun birokrasi. (*)
Editor : Mahendra Aditya