Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kekurangan Murid, Tiga SMPN di Rembang Ajukan Perpanjangan PPDB, Ini Daftarnya!

Ali Mustofa • Selasa, 30 Mei 2023 | 16:28 WIB
LOLOS NGGAK YA…: Sejumlah calon siswa melihat pengumuman PPBD di salah satu SMP negeri Kecamatan Rembang Kota. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)
LOLOS NGGAK YA…: Sejumlah calon siswa melihat pengumuman PPBD di salah satu SMP negeri Kecamatan Rembang Kota. (WISNU AJI/RADAR KUDUS)
REMBANG – Tiga sekolah menengah pertama negeri (SMPN) di pinggiran mengajukan perpanjangan waktu penerimaan peserta didik baru (PPDB). Bahkan, pengajuan perpanjangan itu diketahui hingga pertengahan Juni mendatang. Masing-masing, SMPN 4 Kragan, SMPN 3 Sarang, dan SMPN 2 Pamotan.

Baca Juga : Satpol PP Razia Kos-Kosan di Wilayah Rembang Kota, Satu Orang Kabur Saat Ngamar

Kabid Pembinaan SMP pada Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang Sriyanto mengatakan, tiga sekolah yang mengajukan perpanjangan masa PPDB itu, tersebar di tiga kecamatan di wilayah Rembang timur.

Alasan tiga sekolah tersebut mengajukan perpanjangan masa PPDB rata-rata karena masih kekurangan murid. Sebab, kalah saing dengan sekolah swasta berbasis agama atau madrasah tsanawiyyah (MTs). Siswa selain mendapat pelajaran umum, juga diajarkan pelajaran agaman.

Selain itu, masih ada mindset orang tua siswa tentang sekolah favorit dan tidak. Dan dipandang rata-rata sekolah favorit berada di kota. Dengan begitu, sekolah yang berada di pinggiran minim mendapatkan murid. Sebab, PPDB juga memberi kuota bagi siswa berprestasi untuk sekolah di luar zona.

Baca Juga : Dinas Temukan Aktivitas Reklamasi di Pantai Watu Gajah Kragan Rembang, Pemprov Turun Tangan

”Saya juga pernah jadi kepala sekolah pinggiran. Di SMPN 2 Sale. Anak kurang mampu, tapi pintar masuk ke MTs 1 Sale. Sama seperti di SMPN 2 Pamotan, tempatnya strategis. Namun, karena sudah ada MTs Mlagen, akhirnya SMP itu kurangan murid,” evaluasinya.

Terpisah, Ketua Musyawarah Kepala Sekolah (MKKS) SMP Rembang Ngadiyono menyampaikan evaluasi pelaksanaan PPDB SMP. Prinsip utama dari konsep zonasi ingin mendekatkan siswa-siswi dengan sekolah. Juga untuk pemerataan kualitas. Namun, dari orang tua masih berpandangan seperti  dulu, ada sekolah favorit dan tidak. Kemudian ingin menyekolahkan anaknya di sekolah favorit.

”Padahal dengan zonasi sudah tak ada istilah sekolah favorit atau tidak. Dibuktikan dengan prestasi siswa sudah merata. Sekolah pinggir juga bisa berprestasi. Tak kalah dengan sekolah kota,” jelasnya. (noe/lin) Editor : Ali Mustofa
#dindikpora rembang #rembang #perpanjangan ppdb #kekurangan murid #sekolah favorit