Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Viral! Warga Protes Dugaan Truk Modifikasi Bebas Borong Solar Subsidi di SPBU Pati, Rekaman CCTV Jadi Bukti

Ali Mustofa • Selasa, 7 Juli 2026 | 14:57 WIB
BEKERJA: Pegawai SPBU turut Desa Widorokandang, Pati melayani pengguna montor kemarin. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)
BEKERJA: Pegawai SPBU turut Desa Widorokandang, Pati melayani pengguna montor kemarin. (ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS)

PATI – Dugaan penyalahgunaan penyaluran BBM bersubsidi jenis solar mencuat di salah satu SPBU di Kabupaten Pati.

Seorang warga memprotes adanya dugaan penggunaan barcode subsidi secara tidak semestinya, yang diduga melibatkan oknum petugas SPBU untuk melayani pengisian solar pada kendaraan lain dengan jumlah besar.

Peristiwa tersebut menjadi sorotan setelah video aksi protes warga diunggah akun Facebook "MBAH TO" pada Jumat (3/7). Dalam video itu, warga mempertanyakan perbedaan perlakuan saat membeli solar subsidi.

Ia mengaku kendaraan miliknya hanya diperbolehkan mengisi sekitar Rp300 ribu hingga Rp400 ribu, sementara sebuah truk engkel diduga bisa memperoleh solar hingga sekitar Rp600 ribu atau setara 88 liter.

"Lainnya (SPBU lain) dibatasi cuma Rp300.000 sampai Rp400.000. Di sini kuat Rp600.000," ujar warga itu.

Karena curiga terjadi pelanggaran, warga meminta pihak SPBU memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV).

Setelah rekaman ditinjau bersama pengawas SPBU, terlihat sebuah truk engkel berwarna kuning mengisi solar subsidi dalam jumlah besar pada 3 Juli 2026 sekitar pukul 09.58 WIB.

Pemeriksaan terhadap kendaraan tersebut juga menemukan adanya dugaan modifikasi pada tangki sehingga mampu menampung solar jauh lebih banyak dibanding kapasitas standar.

Menanggapi kejadian itu, pengawas SPBU menyatakan akan menindaklanjuti laporan tersebut dan memastikan operator bekerja sesuai prosedur.

Ia menegaskan, apabila ditemukan pelanggaran oleh petugas, pihak SPBU akan mengambil tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Operator itu kita suruh sesuai prosedur, jadi kalau ada yang melanggar nanti kita tindak," tegas sang pengawas SPBU di hadapan warga.

Keluhan serupa juga disampaikan Alvian Novanto (29), warga Kecamatan Tlogowungu yang bekerja sebagai sopir truk.

Ia mengaku gagal membeli solar subsidi di SPBU Pati karena sistem menunjukkan kuota kendaraannya telah habis, padahal pada hari itu ia belum pernah mengisi BBM.

Akibat tidak dapat memperoleh solar, Alvian terpaksa membatalkan perjalanan menuju Blora karena khawatir bahan bakar yang tersisa tidak mencukupi hingga tujuan.

Ia mengaku telah meminta penjelasan kepada petugas SPBU, namun belum memperoleh jawaban yang memuaskan.

Sementara itu, saat dikonfirmasi pada Senin (6/7), pihak SPBU 44.581.03 memilih tidak memberikan penjelasan terkait dugaan tersebut.

Perwakilan SPBU hanya menyampaikan bahwa persoalan tersebut telah selesai dan enggan memberikan komentar lebih lanjut.

“Tidak usah. Sudah berdamai,” imbuhnya. (adr)

Editor : Ali Mustofa
#petugas spbu #barcode subsidi #pengisian solar #cctv #penyaluran bbm