Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tak Mudik, Tetap Mengabdi, Ini Dia Kisah Operator 110 di Tengah Lebaran

Faidhil Falah • 2026-03-22 18:15:19
ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS

STANDBY: Briptu Dony Ari Wibowo bersiaga di monitor pantauan mudik di Polresta Pati kemarin.
ANDRE FAIDHIL FALAH/RADAR KUDUS STANDBY: Briptu Dony Ari Wibowo bersiaga di monitor pantauan mudik di Polresta Pati kemarin.

 PATI — Di saat sebagian besar orang pulang ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga saat Lebaran, ada sosok-sosok yang justru tetap bertahan di balik layar.

Mereka adalah operator Call Center 110 yang tetap siaga 24 jam, mengabdikan diri menerima setiap panggilan darurat demi memastikan para pemudik tetap aman dalam perjalanan.

Di tengah riuhnya arus mudik Lebaran, ketika jalanan dipadati kendaraan dan keluarga berkumpul merayakan kebersamaan, ada suara-suara lain yang bekerja dalam sunyi.

Suara itu datang dari balik sambungan telepon Call Center 110 dering yang bagi sebagian orang mungkin biasa, namun bagi operator, adalah panggilan tanggung jawab yang tak bisa ditunda.

Selama 24 jam penuh, para operator tetap siaga. Mereka tidak berada di jalan raya, tetapi perannya tak kalah krusial.

Dari balik ruang kerja, mereka menjadi garda terdepan dalam menerima laporan, keluhan, hingga permintaan bantuan dari masyarakat yang sedang menghadapi situasi darurat.

Salah satu yang menjalani peran ini adalah Briptu Dony Ari Wibowo, Banit Operator 110 SPKT Polresta Pati.

Meski baru lima bulan bertugas, ia telah merasakan betul bagaimana setiap panggilan membawa beban sekaligus harapan.

Baginya, di ujung telepon selalu ada seseorang yang benar-benar membutuhkan pertolongan, sehingga tak ada ruang untuk ragu.

Di saat kebanyakan orang menghabiskan waktu bersama keluarga, Dony justru tetap bertugas.

Ia menyadari, di momen seperti itulah banyak orang membutuhkan bantuan.

Kerinduan terhadap keluarga tentu ada, namun dukungan dari orang-orang terdekat menjadi kekuatan yang membuatnya tetap bertahan.

Memasuki puncak arus mudik, intensitas panggilan meningkat tajam.

Beragam laporan masuk silih berganti mulai dari kecelakaan, kemacetan, hingga kondisi darurat lainnya.

Tidak jarang, penelepon berada dalam kondisi panik, bahkan menangis.

Dalam situasi seperti itu, tugas operator tidak sekadar mencatat laporan, tetapi juga menenangkan.

Dengan suara yang tetap terjaga, mereka berusaha memberi rasa aman.

Kalimat sederhana yang menenangkan sering kali menjadi penopang bagi mereka yang sedang dilanda kepanikan.

Sejumlah pengalaman pun meninggalkan kesan mendalam.

Salah satunya ketika Dony membantu seorang ibu yang kehilangan anak di tengah keramaian.

Berkat koordinasi cepat dengan petugas di lapangan, anak tersebut akhirnya berhasil ditemukan.

Momen saat sang ibu kembali menelepon hanya untuk mengucapkan terima kasih menjadi kenangan yang sulit dilupakan.

Kisah lain datang dari seorang pemudik yang tersesat di jalur alternatif.

Melalui arahan bertahap lewat telepon, operator berhasil menuntunnya kembali ke jalur utama.

Bagi Dony, momen-momen seperti itu menjadi bukti bahwa perannya, meski tak terlihat, tetap berdampak nyata.

Namun di balik kepuasan itu, ada tantangan besar yang harus dihadapi.

Tekanan kerja yang tinggi, jam tugas yang panjang, serta keterbatasan dalam membantu hanya melalui komunikasi menjadi ujian tersendiri.

Situasi paling sulit adalah ketika harus mendampingi seseorang dalam kondisi darurat, sementara bantuan di lapangan masih dalam perjalanan.

Meski demikian, menyerah bukanlah pilihan.

Kesadaran bahwa setiap panggilan berkaitan dengan keselamatan orang lain menjadi alasan untuk terus bertahan.

Di sela-sela itu, ada pula hal-hal sederhana yang justru paling membekas.

Ucapan terima kasih dari masyarakat menjadi energi baru yang menghapus lelah.

Kalimat singkat yang penuh makna mampu menghadirkan rasa lega dan kebahagiaan yang tak tergantikan.

Menutup kisahnya, Dony berharap masyarakat dapat memanfaatkan layanan 110 secara bijak, khususnya untuk kondisi darurat.

Ia menggambarkan perannya sebagai suara pertama yang diharapkan, sekaligus jembatan awal menuju pertolongan.

Sementara itu, KA SPKT Polresta Pati Ipda Sismiyarto menegaskan bahwa operator 110 memegang peran vital sebagai ujung tombak pelayanan cepat kepolisian.

Mereka dituntut mampu menerima, memilah, dan meneruskan informasi secara akurat dalam waktu singkat.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan mental, kemampuan komunikasi, serta sikap humanis dalam menghadapi lonjakan laporan selama arus mudik.

Menurutnya, operator bukan sekadar penerima laporan, tetapi juga penenang bagi masyarakat yang tengah berada dalam situasi sulit.

Di balik kelancaran pengamanan arus mudik Lebaran, ada dedikasi yang bekerja tanpa sorotan.

Para operator Call Center 110 mungkin tidak terlihat di lapangan, namun mereka selalu hadir di setiap panggilan darurat mendengar dengan penuh perhatian, merespons dengan empati, dan menjadi penghubung pertama bagi setiap harapan akan pertolongan. (adr)

 

Editor : Faidhil Falah
#Call Center 110 Polri #kisah inspiratif #pati #arus mudik #polresta pati #pengamanan