Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Di Balik Ringannya Terbang Burung, Ada Kuasa Allah yang Tak Terbantahkan

A
Penulis: Ali Mustofa❯
Ilustrasi burung terbang (pixabay)
Ilustrasi burung terbang (pixabay)

Advertisement

RADAR KUDUS – Hamparan langit yang luas kerap dipandang sebagai ruang hampa tanpa arti.

Padahal, di balik bentangan biru itu tersimpan pelajaran besar bagi manusia. 

Burung-burung yang melayang bebas, mengepakkan sayap tanpa beban, sejatinya bukan hanya menghadirkan keindahan.

Advertisement

Tetapi juga menjadi tanda nyata kekuasaan Allah SWT yang patut direnungi dengan hati yang jernih.

Pemandangan sederhana itu sesungguhnya sarat makna.

Bagaimana mungkin makhluk kecil mampu bertahan di udara, bergerak lincah melawan hukum gravitasi, jika bukan karena kehendak dan pengaturan dari Sang Pencipta?

Advertisement

Allah SWT sendiri mengarahkan perhatian manusia kepada fenomena ini dalam firman-Nya:

“Tidakkah mereka memerhatikan burung-burung yang dimudahkan terbang di angkasa bebas. Tidak ada yang menahan mereka selain Allah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nahl: 79).

Rekayasa Ilahi dalam Tubuh Burung

Langit bukan sekadar ruang kosong, melainkan panggung kebesaran Ilahi.

Advertisement

Artikel Terkait

Bukan Karena Hidup Sulit, Tapi Karena Kita Terlalu Memaksa

Bukan Karena Hidup Sulit, Tapi Karena Kita Terlalu Memaksa

Dalam gambaran hidup yang ideal, manusia tidak terlalu sibuk memikirkan “ingin menjadi apa” atau “ingin memiliki apa”.

Hidup Sebenarnya Murah, Tapi Keinginan Membuatnya Mahal

Hidup Sebenarnya Murah, Tapi Keinginan Membuatnya Mahal

Pada hakikatnya, kebutuhan dunia sangat ditentukan oleh keinginan manusia. Ketika keinginan kecil, kebutuhan terasa sederhana. Namun saat keinginan membesar, kebutuhan pun ikut membengkak.

Jika Paham Ayat Ini, Cara Pandangmu tentang Uang Akan Berubah Total

Jika Paham Ayat Ini, Cara Pandangmu tentang Uang Akan Berubah Total

Dunia bukan untuk ditinggalkan, tetapi juga bukan untuk diprioritaskan berlebihan. Ia hanyalah alat untuk mengumpulkan bekal menuju kehidupan yang abadi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer