Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Stok BBM di Pati Menipis, Diperkirakan Hanya Cukup Enam Hari Jelang Lebaran, Ini yang Dilakukan Pemkab

Ali Mustofa • Sabtu, 14 Maret 2026 | 11:01 WIB

Petugas SPBU mengisi pertamax ke motor pembeli . 
Petugas SPBU mengisi pertamax ke motor pembeli . 

PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati memastikan kondisi logistik di wilayahnya masih terkendali menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Meski demikian, stok bahan bakar minyak (BBM) di daerah tersebut dilaporkan mulai menipis dan diperkirakan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar enam hari ke depan.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah mengajukan tambahan pasokan BBM guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran.

Baca Juga: Tragedi Tongtek di Kayen Pati Berujung Maut, Polisi Buru Pelaku Pengeroyokan

Di sisi lain, ketersediaan sembilan bahan pokok (sembako) di pasar-pasar wilayah Pati masih dalam kondisi aman. Selain itu, harga sejumlah komoditas pokok juga relatif stabil.

Menurut Chandra, pemerintah daerah bersama sejumlah instansi terkait terus melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok masyarakat di pasaran.

Pengawasan dilakukan terhadap berbagai komoditas penting seperti beras, minyak goreng, telur, daging ayam, hingga daging sapi.

Sebagai langkah menjaga stabilitas harga, Pemkab Pati juga menggelar pasar murah di beberapa wilayah.

Kegiatan tersebut dilakukan bekerja sama dengan Bulog serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin).

“Kami bersama Bulog dan Disdagperin memastikan pasokan sembako tetap tersedia sehingga harga kebutuhan pokok dapat terjaga,” ujar Chandra.

Ia menambahkan, pemerintah daerah juga menindaklanjuti informasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terkait adanya kenaikan harga di sejumlah daerah.

Baca Juga: Kabar Baik, Potensi Kelautan Pati Menggoda Investor Cina, Pemkab Sambut Baik Penjajakan Investasi

Menyikapi hal tersebut, Pemkab Pati langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) di beberapa pasar, seperti Pasar Tlogowungu dan Pasar Puri.

Sidak tersebut difokuskan pada komoditas utama yang paling dibutuhkan masyarakat, terutama beras dan minyak goreng.

Dari hasil pemantauan terakhir, harga sejumlah bahan pokok masih tergolong stabil. Misalnya harga daging sapi yang saat ini berada di kisaran Rp125 ribu per kilogram.

“Stok sembako seperti beras, minyak goreng, daging sapi, daging ayam, telur, dan komoditas lainnya masih aman. Kami juga sudah melaksanakan pasar murah di wilayah Cluwak dan Pucakwangi,” jelasnya.

Selain memastikan pasokan sembako, Pemkab Pati juga memantau ketersediaan energi, khususnya BBM dan LPG.

Baca Juga: Gas Melon di Pati Tembus Rp30 Ribu per Tabung, Pertamina Ungkap Dugaan Permainan Harga

Saat ini, stok BBM jenis solar dan pertalite di wilayah Pati diperkirakan hanya mampu mencukupi kebutuhan masyarakat dalam rentang dua hingga enam hari ke depan.

Meski demikian, pemerintah daerah telah mengajukan tambahan pasokan untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi menjelang Lebaran.

“Memang ada laporan terkait krisis stok di beberapa daerah, namun untuk wilayah Pati masih dalam kondisi aman. Kami sudah mengajukan tambahan stok, dan biasanya menjelang Lebaran memang ada penambahan pasokan,” terang Chandra.

Selain BBM, pasokan gas LPG 3 kilogram juga dipastikan tetap tersedia. Hal ini menyusul adanya tambahan distribusi dari pihak Pertamina.

“Gas LPG juga mendapat tambahan pasokan dari Pertamina. Insyaallah kebutuhan masyarakat, baik untuk sembako maupun LPG selama Lebaran 2026 dapat terpenuhi,” katanya.

Tak hanya kebutuhan pangan dan energi, Pemkab Pati juga memastikan pasokan listrik selama masa Lebaran berada dalam kondisi aman.

Berdasarkan koordinasi dengan pihak PLN, total kapasitas listrik di wilayah Pati mencapai sekitar 198 megawatt.

Sementara itu, kebutuhan listrik masyarakat selama periode Lebaran diperkirakan berkisar antara 132 hingga 140 megawatt.

Dengan demikian, tingkat pemakaian listrik diperkirakan hanya berada di kisaran 72 hingga 77 persen dari total kapasitas yang tersedia.

“Artinya, pasokan listrik sangat mencukupi. Masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan listrik saat malam Lebaran maupun setelahnya,” pungkas Chandra. (adr)

Editor : Ali Mustofa
#lebaran #pati #kebutuhan pokok #komoditas #harga bbm